
KONAWESATU.COM | Pemerintah Desa Amboniki terus berinovasi dalam menggerakkan ekonomi masyarakatnya. Melalui pengelolaan 20 persen Dana Desa yang dialokasikan untuk ketahanan pangan, Desa Amboniki kini mengembangkan program peternakan penggemukan sapi yang dikelola langsung oleh BUMDes Amboniki Sejahtera.
Langkah ini bukan hanya sekadar program ekonomi, melainkan upaya strategis untuk menciptakan sumber pendapatan baru bagi warga serta memperkuat ketahanan pangan hewani di tingkat desa.

Foto:Istimewa
Kepala Desa Amboniki, Masnia mengatakan, program ini menjadi bukti nyata bahwa Dana Desa dapat dimanfaatkan secara produktif dan berkelanjutan.
“Kami ingin Dana Desa benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Peternakan sapi ini menjadi salah satu langkah konkret agar dana yang digulirkan tidak habis begitu saja, tapi bisa berputar dan memberi hasil,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Dalam program ini, BUMDes berperan sebagai pengelola utama. Dana Desa sebesar 20 persen dialokasikan sebagai penyertaan modal untuk membeli sapi bakalan, membangun kandang kelompok, serta menyediakan pakan dan pelatihan bagi peternak lokal. Warga yang tergabung dalam kelompok ternak nantinya akan mendapatkan pembinaan rutin, termasuk pelatihan teknis budidaya dan manajemen usaha peternakan.

Selain memberikan peluang kerja baru, program penggemukan sapi ini juga diharapkan dapat memperkuat ekonomi keluarga petani di Amboniki yang selama ini bergantung pada hasil kebun. Dengan adanya usaha peternakan, desa memiliki sumber pendapatan tambahan dari hasil penjualan sapi siap potong, sementara keuntungan usaha akan dikelola secara transparan melalui BUMDes untuk keberlanjutan modal.
Program ini juga menjadi implementasi dari kebijakan pemerintah yang mengatur penggunaan Dana Desa, di mana sebagian (minimal 20 persen) wajib dialokasikan untuk ketahanan pangan dan hewani serta penguatan ekonomi desa sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan diperkuat melalui Peraturan Menteri Desa tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2025.
“Kami ingin menunjukkan bahwa BUMDes bisa menjadi motor ekonomi desa. Dengan model peternakan ini, ke depan Amboniki bukan hanya dikenal sebagai desa perkebunan, tapi juga sebagai sentra sapi potong yang mandiri,” tambah Masnia
Dengan manajemen yang terarah dan semangat gotong royong warga, Desa Amboniki menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi melalui Dana Desa. Harapannya, inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi desa lain dalam mengelola Dana Desa secara produktif, berdaya guna, dan berkelanjutan.
Laporan:Redaksi
Tidak ada komentar