
KONAWESATU.COM | Di tengah arus modernisasi dan kemajuan teknologi, keberadaan pengrajin pandai besi kini kian langka. Namun di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Padangguni, Kabupaten Konawe, tradisi ini masih terus hidup, ditempa oleh satu keluarga yang menjaga warisan leluhur dengan sepenuh hati.
Adalah keluarga Gede Sudarma, yang hingga kini masih setia menggeluti profesi sebagai pandai besi. Dengan palu, api, dan besi panas, mereka mempertahankan tradisi turun-temurun yang diwariskan dari generasi ke generasi. Hasil karya mereka mulai dari parang, pisau, hingga golok menjadi bukti keuletan tangan-tangan terampil yang tak lekang oleh waktu.

Kepala Desa Mekar Jaya, I Nyoman Arnawa, menuturkan bahwa usaha pandai besi di desanya merupakan bagian penting dari identitas dan sejarah warga setempat. Ia menegaskan, pemerintah desa terus memberikan dukungan penuh agar pengrajin tersebut tetap bisa berproduksi dan berkembang bersama pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lainnya.
“Kami sebisa mungkin memberikan bantuan kepada UMKM, baik dari Dana Desa maupun dari Pemerintah Daerah Konawe. Bantuan itu kami pantau terus perkembangannya agar tetap berjalan maksimal,ā ujar Nyoman Arnawa.
Ditambahkan, berkat perhatian pemerintah, melalui bantuan dana UMKM dari Pemerintah Daerah Konawe, semangat keluarga pandai besi di Desa Mekar Jaya kembali menyala. Kini, suara dentuman besi kembali menggema dari bengkel sederhana mereka bukti bahwa warisan tradisi bisa berpadu indah dengan semangat ekonomi kreatif masa kini.

Dan saat ini Pemerintah Desa Mekar Jaya menampilkan produk pandai besi tersebut pada ajang Expo Inovasi Desa, bersama produk produk UMKM lainnya, seperti dodol Jawa, dodol Bali, dan berbagai hasil bumi unggulan desa. Semua ini menjadi simbol bahwa Desa Mekar Jaya terus berinovasi tanpa meninggalkan akar budaya dan tradisi yang telah lama mengakar.
“Kegiatan Expo Inovasi Desa ini sangat positif dan membantu pelaku pemerintah desa dalam memperkenalkan produk UMKM Desa secara langsung pada masyarakat,”tutupnya.
Melalui langkah-langkah kecil namun konsisten, Pemdes Mekar Jaya membuktikan bahwa pelestarian budaya lokal dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan. Suara palu di bengkel pandai besi bukan sekadar gema masa lalu, melainkan dentingan harapan bagi masa depan.
Laporan:RedaksiĀ
Tidak ada komentar