
KONAWESATU.COM | Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Aleuti terus menunjukkan perkembangan pesat. Sejumlah industri rumahan di desa ini kini tumbuh subur, mulai dari olahan berbagai camilan hingga produksi jamu tradisional yang menjadi ciri khas masyarakat setempat.
Salah satu yang paling menarik perhatian adalah usaha jamu tradisional, seperti jamu beras kencur dan jamu jahe merah. Industri rumahan yang telah berjalan sejak lama ini tak hanya mempertahankan resep turun-temurun, tetapi juga mampu meningkatkan perekonomian warga secara signifikan

Kepala Desa Aleuti, Nining Astuti, mengungkapkan bahwa pemerintah desa berkomitmen penuh untuk terus memberikan dukungan terhadap pengembangan UMKM di wilayahnya. “Kami ingin pelaku UMKM semakin maju, agar kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” ujarnya, saat ditemui rabu (5/11).
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa sejak pemerintah daerah menyalurkan bantuan bagi pelaku UMKM baru-baru ini, geliat ekonomi warga semakin terasa. Ia berharap program tersebut terus berlanjut agar lebih banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Meski begitu, Nining mengakui masih ada sejumlah kendala, terutama dalam memperluas pemasaran produk ke luar desa. Salah satu hambatan utama adalah belum semua pelaku UMKM memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang menjadi syarat legalitas usaha.
“Untuk menjangkau pasar yang lebih luas, kita perlu membantu pelaku UMKM dalam pengurusan NIB dan peningkatan kualitas kemasan produk,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Desa Aleuti juga aktif mempromosikan produk UMKM melalui berbagai kegiatan, termasuk ikut serta dalam Expo Inovasi Desa 2025. Ajang tersebut menjadi peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada masyarakat luas.
Laporan:Redaksi
Tidak ada komentar