
KONAWESATU.COM | Bunda PAUD Kabupaten Konawe, Hj. Hania, S.Pd., M.Pd., Gr., menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pemerataan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di seluruh desa di Kabupaten Konawe.
Hal itu disampaikan usai menghadiri rapat perdana Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD yang digelar di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe.

Menurut Hj. Hania, pemerataan layanan PAUD menjadi langkah penting dalam memastikan seluruh anak usia dini di Konawe memperoleh akses pendidikan yang layak. Berdasarkan data, saat ini jumlah lembaga PAUD di Kabupaten Konawe baru mencapai 230 satuan, sementara jumlah desa dan kelurahan mencapai 348.
“Masih ada desa yang belum memiliki layanan PAUD. Kendalanya karena belum ada tindak lanjut dari dinas terkait untuk menginstruksikan para kepala desa agar membentuk lembaga PAUD. Padahal, gedung PAUD itu menjadi awal terbentuknya layanan pendidikan anak usia dini di setiap wilayah,” jelasnya.

Hj. Hania menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk memastikan tidak ada lagi desa yang tertinggal dalam layanan pendidikan anak usia dini. Upaya ini juga sejalan dengan program pemerintah pusat yang menargetkan adanya minimal satu PAUD di setiap desa.
“Langkah awal yang terpenting bukan pada status lembaganya, apakah negeri atau swasta, melainkan pada keberadaan layanan PAUD itu sendiri. Yang penting ada PAUD di setiap desa, baik negeri maupun swasta. Itu yang menjadi fokus utama kita saat ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bunda PAUD Konawe menegaskan bahwa kebijakan ini juga merupakan bagian dari wajib belajar 13 tahun yang dicanangkan pemerintah.
“Pesan dari Bunda PAUD Pusat jelas, karena ini bagian dari wajib belajar nasional, maka tidak ada jalan lain selain memastikan layanan PAUD tersedia di seluruh desa,” pungkasnya.
Laporan:Redaksi
Tidak ada komentar