Dikbud Konawe Dorong Program Satu Desa Satu PAUD

waktu baca 2 menit
Minggu, 21 Sep 2025 01:24 679 Admin KS

KONAWESATU.COM | Dari total 291 desa di Kabupaten Konawe, tercatat masih ada 163 desa yang belum memiliki lembaga PAUD. Kondisi ini mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe melalui Bidang PAUD untuk segera mensosialisasikan program nasional “Satu Desa Satu PAUD.”

Program tersebut bertujuan menghadirkan minimal satu lembaga PAUD di setiap desa. Selain memperluas akses pendidikan anak usia dini, langkah ini juga mendukung pencegahan stunting, peningkatan tumbuh kembang anak, hingga perluasan wajib belajar menjadi 13 tahun. Program ini sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) Desa.

blank

Kepala Bidang PAUD Dikbud Konawe, Siti Rostini, S.Sos., M.A.P., mengungkapkan perkembangan PAUD di Kabupaten Konawe cukup menggembirakan.” Sejak 2022, perkembangan PAUD sangat pesat, baik peningkatan sumber daya guru maupun kualitas layanan pendidikan,” ujarnya.

Siti Rostini menambahkan, pihaknya akan menggandeng pemerintah desa melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) agar program berjalan maksimal.

blank

“Kami terus memotivasi kepala desa yang belum memiliki PAUD untuk segera mendirikan lembaga PAUD. Selanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan DPMD untuk memperkuat sosialisasi program ini,” jelasnya.

Ia menyebut Kabupaten Konawe telah memiliki 178 Taman Kanak-Kanak (TK) dan 63 Kelompok Bermain (KB). Kelompok Bermain ditujukan bagi anak usia 2 sampai 4 tahun, dengan penekanan pada kegiatan bermain sambil belajar, melatih sosialisasi, motorik, dan kemandirian dasar anak.

Sementara itu, Taman Kanak-Kanak ditujukan untuk anak usia 4 sampai 6 tahun yang terdiri atas dua jenjang, yaitu TK A untuk usia 4 sampai 5 tahun dan TK B untuk usia 5 sampai 6 tahun. Pada tahap ini anak dipersiapkan untuk masuk ke jenjang Sekolah Dasar (SD/MI).

Melalui sosialisasi program “Satu Desa Satu PAUD,” Dikbud Konawe menegaskan komitmennya agar tidak ada lagi anak usia dini di desa-desa Konawe yang terlewat dari layanan pendidikan.

Laporan:RedaksiÂ

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA