SMPN 1 Tongauna Lestarikan Budaya Melalui Ekstrakurikuler Musik Bambu.

waktu baca 2 menit
Senin, 22 Sep 2025 23:29 630 Admin KS

KONAWESATU.COM | Di tengah derasnya arus modernisasi, SMP Negeri 1 Tongauna memilih langkah berbeda dengan menghidupkan musik bambu di lingkungan sekolah. Ekstrakurikuler ini menjadi ruang bagi siswa untuk berkarya sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Tolaki.

Musik bambu bukan sekadar alat musik. Ia adalah warisan budaya masyarakat Tolaki yang sarat nilai filosofi dan identitas. Di tangan siswa SMPN 1 Tongauna, bambu-bambu sederhana disulap menjadi nada indah yang mengajarkan kebersamaan, disiplin, dan rasa bangga terhadap budaya sendiri.

blank

Kepala SMPN 1 Tongauna, Lina Andriana, S.Pd. M.Pd menuturkan bahwa kegiatan musik bambu mendapat apresiasi besar dari orang tua. Mereka menilai program ini mampu menyalurkan bakat seni sekaligus menanamkan kecintaan anak pada kearifan lokal.

“Sudah satu bulan berjalan, tujuan kami bukan hanya melatih keterampilan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap budaya Tolaki. Anak-anak perlu diajak bukan hanya mengenal budaya luar, tapi juga bangga pada budaya sendiri. Musik bambu adalah identitas kita,” tegas Lina.

blank

Selain musik bambu, SMPN 1 Tongauna juga mengembangkan ekstrakurikuler drum band, tari, pramuka, dan Palang Merah Remaja (PMR). Semua ekskul ini sudah tampil dalam perayaan HUT RI di Kecamatan Tongauna dan Tongauna Utara, menambah pengalaman siswa untuk unjuk prestasi di tengah masyarakat.

Bagi Lina, musik bambu adalah bukti nyata bahwa pendidikan bisa menjadi jembatan antara modernisasi dan pelestarian budaya. “Kami berharap siswa terus bersemangat mengembangkan potensi seni dan budaya. Kami juga mengharapkan dukungan pemerintah daerah agar musik bambu tetap lestari di tangan generasi penerus,” pungkasnya.

blank

Langkah SMPN 1 Tongauna sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang menekankan pentingnya pendidikan berbasis budaya dan kearifan lokal. Musik bambu menjadi contoh nyata bagaimana sekolah mampu menghadirkan pembelajaran yang bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menguatkan jati diri bangsa.

Musik bambu kini tak sekadar tradisi lama, melainkan denyut baru pendidikan yang membumi. Dari sekolah, suara bambu itu diharapkan terus bergema, mengajarkan anak-anak Konawe untuk mencintai budaya sendiri sambil siap menghadapi tantangan global.

Laporan:Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA