
KONAWESATU.COM | Ketua Lembaga Pemerhati HAM (Lepham) Kabupaten Konawe, Suhardin Tosepu, memberikan apresiasi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Konawe yang telah menggelar seminar publik Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Perkotaan Unaaha. Seminar ini berlangsung di salah satu hotel pada 20 Agustus 2025 dan dibuka langsung oleh Bupati Konawe, Yusran Akbar.
Menurut Suhardin, langkah PUPR Konawe tersebut sangat penting untuk menata kembali arah pembangunan perkotaan, khususnya di Unaaha sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian daerah. Ia menilai, tata ruang yang jelas akan menjadi pedoman pembangunan yang berkelanjutan.

“Tata ruang memang harus diperbaiki supaya 10 atau 20 tahun ke depan pembangunan tidak lagi amburadul. Dengan begitu, Konawe bisa menjadi kota yang lebih baik dan lebih indah,” ungkap Suhardin usai mengikuti seminar.
Ia menambahkan, selama ini pembangunan di berbagai daerah sering terkendala karena tidak adanya perencanaan tata ruang yang matang. Akibatnya, pola pembangunan terkesan tidak teratur dan sulit diarahkan. Karena itu, RDTR menjadi dasar penting dalam menata kawasan perkotaan sesuai kebutuhan dan potensi daerah.

Suhardin juga menyampaikan dukungannya terhadap visi Bupati Konawe, Yusran Akbar, yang berencana membangun pasar modern sebagai salah satu ikon kota. Menurutnya, pasar modern tidak hanya akan menjadi pusat ekonomi baru, tetapi juga mampu menarik minat investor sekaligus meningkatkan daya saing Konawe.
“Pasar modern akan menjadi wajah baru Konawe. Saya sependapat dengan yang disampaikan oleh Bupati tadi karena selain memajukan perekonomian, juga akan memperkuat identitas Konawe sebagai kota tujuan,” ujarnya.
Dengan adanya seminar publik RDTR ini, Suhardin berharap partisipasi masyarakat dan berbagai elemen terus dilibatkan. Menurutnya, pembangunan perkotaan yang baik hanya bisa terwujud jika seluruh pihak bersinergi untuk menjadikan Konawe sebagai kota yang maju, tertata, dan ramah bagi generasi mendatang.
Laporan:Redaksi
Tidak ada komentar