Rekor Penurunan Kemiskinan se-Sultra! Konawe Tembus 11,46 Persen, Yusran Akbar Petik Hasil Pembangunan

waktu baca 3 menit
Rabu, 21 Okt 2026 00:13 96 Admin KS

KONAWESATU.COM | Pemerintah Kabupaten Konawe terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pembangunan dan pengentasan kemiskinan. Upaya tersebut menunjukkan hasil positif, sebagaimana tercermin dalam data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Maret 2026 yang dirilis pada 20 Oktober 2026.

Berdasarkan data tersebut, angka kemiskinan di Kabupaten Konawe berhasil turun menjadi 11,46 persen, dari sebelumnya 12,78 persen pada 2025. Penurunan sebesar 1,32 poin persentase ini menjadi capaian positif bagi daerah yang dikenal dengan sebutan Bumi Kalosara.

Capaian tersebut juga menempatkan Konawe sebagai kabupaten/kota dengan penurunan angka kemiskinan tertinggi di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Sementara itu, tingkat kemiskinan Konawe kini berada pada urutan ketujuh terendah di tingkat kabupaten/kota se-Sultra.

blank

Hasil ini menjadi dorongan bagi Pemerintah Kabupaten Konawe untuk terus memperkuat program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan taraf hidup masyarakat, pemerataan ekonomi, serta penguatan daya beli warga.

Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST., menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, berbagai pemangku kepentingan, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, penurunan angka kemiskinan tidak hanya dilihat dari berkurangnya persentase penduduk miskin, tetapi juga perlu diiringi dengan peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

blank

“Ini adalah capaian yang patut kita syukuri bersama. Turunnya angka kemiskinan menjadi 11,46 persen menunjukkan adanya perkembangan positif dari upaya yang telah dilakukan. Namun, capaian ini juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja lebih baik,” ujar Yusran Akbar saat ditemui awak media di Unaaha, Rabu (21/10/2026).

Ia menjelaskan, perbaikan kesejahteraan masyarakat juga dapat dilihat melalui penurunan Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2). Kedua indikator tersebut memberikan gambaran mengenai jarak pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan serta tingkat ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.

Dengan demikian, upaya pengentasan kemiskinan perlu terus diarahkan agar masyarakat tidak hanya keluar dari kondisi miskin, tetapi juga memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik dan berkelanjutan.blank

Pemerintah Kabupaten Konawe pun menegaskan bahwa capaian tersebut bukan menjadi alasan untuk berpuas diri. Ke depan, pemerintah akan terus mendorong penguatan ekonomi lokal, menjaga daya beli masyarakat, serta meningkatkan efektivitas program pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

Garis kemiskinan Konawe yang tercatat sebesar Rp486.575 per kapita per bulan menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kondisi kesejahteraan masyarakat. Karena itu, keberlanjutan program pembangunan dan pemberdayaan ekonomi diharapkan mampu memperkuat fondasi kesejahteraan warga.

Melalui berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Konawe berkomitmen melanjutkan pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, memperluas kesempatan ekonomi, serta menjaga tren penurunan kemiskinan agar dapat berlangsung secara konsisten.

Capaian penurunan angka kemiskinan ini diharapkan menjadi pijakan bagi Konawe untuk terus bergerak menuju daerah yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA