Bola Bergulir, Uang Berputar: Futsal Andeposandu Jadi Magnet Ekonomi Baru

waktu baca 2 menit
Selasa, 26 Agu 2025 03:08 814 Admin KS

KONAWESATU.COM | Siapa sangka, suara bola yang bergulir di lapangan futsal bisa sekaligus menggulirkan roda ekonomi warga Desa Andeposandu, Kecamatan Tongauna Utara. Fasilitas yang awalnya hanya dibangun Pemerintah Desa untuk menyalurkan hobi pemuda, kini menjelma menjadi pusat keramaian sekaligus sumber rezeki baru bagi masyarakat.

Setiap kali turnamen futsal digelar, suasana desa mendadak hidup. Sorak-sorai penonton berpadu dengan aroma gorengan hangat yang menyeruak dari tenda-tenda kecil di sekitar arena. Para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal pun tak ingin melewatkan momen ini. Mereka membuka lapak sederhana, mulai dari minuman dingin, jajanan ringan, hingga gorengan yang selalu laris diserbu pembeli.

blank

Ketgam: salah satu pedagang gorengan diareal lapangan futsal desa Andeposandu Kecamatan Tongauna

ā€œAlhamdulillah, setiap ada kegiatan atau turnamen, kami para pedagang bisa mendapatkan keuntungan lebih dibanding hari biasa,ā€ ujar seorang pedagang gorengan sambil tersenyum, tangannya tak berhenti membungkus pesanan pembeli yang mengantre.

Dari pantauan Konawesatu.com, bukan hanya pedagang lokal yang ikut meramaikan. Pedagang bakso keliling dan penjual musiman dari desa tetangga pun turut merasakan manfaat dari hadirnya lapangan futsal, yang hampir setiap malam dipadati berbagai kegiatan.

Fenomena ini tak luput dari perhatian pemerintah desa. Kepala Desa Andeposandu, Ramadhan menyebut, keberadaan lapangan futsal bukan hanya membangkitkan semangat olahraga, tapi juga membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat.

ā€œKami ingin fasilitas desa ini bukan sekadar tempat olahraga, tapi juga menjadi pemicu perputaran ekonomi warga. Alhamdulillah, hasilnya mulai terlihat,ā€ ujarnya dengan bangga.

Kini, lapangan futsal Andeposandu bukan lagi sekadar arena pertandingan. Ia telah menjadi ikon desa tempat di mana olahraga, hiburan, dan ekonomi berpadu dalam satu panggung. Dari sorak gol hingga dentingan uang kembalian, semuanya menyatu menjadi simfoni baru kebangkitan ekonomi desa.

Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA