Tongauna Utara Heboh, Ada Apa Warga Kompak Turun ke Jalan ?

waktu baca 2 menit
Rabu, 27 Agu 2025 00:38 901 Admin KS

KONAWESATU.COM | Suasana heboh meliputi Kecamatan Tongauna Utara ketika warga dari sepuluh desa kompak turun ke jalan. Bukan untuk berdemo, melainkan membersihkan lingkungan lewat kerja bakti massal yang menjadi cermin kuatnya kebersamaan dan semangat gotong royong.

Kerja bakti itu diikuti oleh beberapa warga dari sepuluh desa, di antaranya Desa Puundombi, Andalambe, Oloonua, Sanuanggamo, Anggohu, Nambeaboru, Barowila, dan Ambopi. Laki-laki, perempuan, hingga anak-anak muda turun tangan, membawa alat sederhana seperti cangkul, sapu lidi, parang, dan karung sampah.

blank

Di sisi jalan, beberapa kelompok warga sibuk membersihkan rerumputan, ada yang mengumpulkan sampah plastik, sementara sebagian lainnya menata batu dan memperbaiki parit. Pemandangan itu seolah menghidupkan kembali ciri khas masyarakat desa: gotong royong tanpa pamrih.

“Beginilah kami di sini, masih menjunjung tinggi kebersamaan. Kalau jalan bersih, desa pun indah, dan kita semua bisa menikmatinya,” ucap seorang warga Desa Andalambe sambil tersenyum, peluhnya menetes setelah seharian bekerja.

Kerja bakti kali ini juga terasa lebih istimewa. Selain menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Warga berharap, jalan yang rapi dan lingkungan yang bersih bisa menambah semarak suasana menjelang perayaan 17 Agustus yang biasanya diisi dengan lomba, pawai, dan berbagai kegiatan kebangsaan di tingkat desa.

blank

Meski warga di kecamatan ini berasal dari latar beragam suku rasa kekeluargaan tetap melekat kuat. Perbedaan tidak menjadi sekat, melainkan justru mempererat persaudaraan.

Plt Camat Tongauna Utara, Sakri, yang turut hadir dalam kegiatan itu, menyampaikan apresiasinya. “Saya bangga dengan masyarakat Tongauna Utara. Kerja bakti ini bukan hanya soal membersihkan jalan, tapi juga menjaga warisan kebersamaan. Semangat ini yang harus terus dijaga, apalagi merayakan peringatan HUT RI. Gotong royong adalah nilai luhur bangsa yang harus terus kita pelihara,” ujarnya.

Menurut Sakri, kerja bakti bersama seperti ini sudah menjadi tradisi yang diwariskan turun-temurun. Di tengah derasnya arus modernisasi, ia berharap nilai gotong royong tidak luntur oleh sikap individualisme yang kini makin marak di perkotaan.

Selain membersihkan jalan, momen kerja bakti juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga desa. Ada yang sambil bercanda, ada pula yang saling bertukar cerita. Usai bekerja, beberapa ibu menyiapkan kopi dan kue sederhana yang kemudian dinikmati bersama di bawah rindangnya pohon.

Bagi masyarakat Tongauna Utara, kerja bakti bukan sekadar rutinitas, melainkan cermin jati diri. Di balik lelah, tersimpan rasa puas karena bisa berkontribusi untuk kampung halaman. Warga percaya, menjaga lingkungan bersih berarti juga menjaga martabat desa, sekaligus wujud nyata menghormati perjuangan para pahlawan bangsa.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA