RSUD Konawe Diduga Bohongi Publik, Klarifikasi Soal Pasien Hamil Dianggap Tidak Akurat!

waktu baca 2 menit
Senin, 16 Jun 2025 20:45 547 Admin KS

Konawesatu.com – Klarifikasi yang disampaikan RSUD Konawe terkait penanganan pasien ibu hamil Nur Aini dari Kecamatan Uepai justru menuai kontroversi. Keluarga pasien, melalui perwakilannya Restu, membantah keras sejumlah pernyataan dalam klarifikasi tersebut. Klarifikasi dianggap sebagai pembohongan publik!

Salah satu poin yang dibantah adalah pernyataan RSUD Konawe yang menyebut biaya Rp1,9 juta sebagai jaminan karena pasien belum memiliki KTP.

“Angka 1,9 juta itu dari mana? Itu bukan jaminan layanan medis dan bukan juga karena BPJS tidak aktif. BPJS pasien sudah aktif sejak pertama masuk. Jadi alasan soal jaminan BPJS itu jelas terbantahkan!” tegas Restu, Senin malam (16/6/2025).

Klaim RSUD soal tawaran ambulans untuk rujukan ke RS Bahteramas juga dibantah. Restu menyebutnya sebagai pembohongan publik.

“Tidak pernah ada tawaran ambulans. Sebelum berangkat ke RS Bahteramas, suami pasien masih sempat tanya saya soal waktu tempuh karena tahu air ketuban sudah habis. Kami khawatir waktu tidak cukup,” ungkap Restu.

Restu menyayangkan upaya RSUD Konawe yang dianggap menutupi kelambanan tindakan dengan klarifikasi yang tidak akurat. Ia berharap manajemen RSUD Konawe bertanggung jawab secara terbuka dan tidak saling menyalahkan.

“Ini bukan soal menyudutkan, tapi soal fakta dan nyawa manusia. Jangan ada pembohongan publik. Semua tahu bagaimana proses rujukan itu berlangsung dan betapa lambatnya koordinasi pihak rumah sakit,” tegas Restu.

Ia kembali mendesak DPRD Konawe untuk memanggil manajemen RSUD Konawe agar dilakukan dengar pendapat terbuka. “Evaluasi harus segera dilakukan agar pelayanan RSUD benar-benar layak dan manusiawi,” pungkas Restu.(rls)

Laporan:Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA