
KONAWESATU.COM | Komitmen Pemerintah Kabupaten Konawe dalam memperkuat sektor pertanian kembali ditegaskan melalui langkah konkret. Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, secara resmi melepas dan menyerahkan 21 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Brigade Pangan (BP) dan kelompok tani (poktan), Jumat (27/3)
Penyerahan yang berlangsung di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) ini menjadi bagian penting dari strategi besar mendorong produktivitas pertanian, khususnya dalam pengelolaan 2.000 hektare sawah baru hasil program cetak sawah rakyat (CSR) Kementerian Pertanian RI tahun 2025.

Sebanyak tiga Brigade Pangan menjadi garda terdepan penerima bantuan, yakni Brigade Pangan Silea, Brigade Pangan Bersahaja, dan Brigade Pangan Berkarya. Masing-masing brigade diperkuat dengan paket alsintan modern berupa traktor roda empat (jonder), combine harvester, rotavator, serta empat unit hand tractor.
Tak hanya itu, dukungan juga menyasar kelompok tani melalui bantuan alsintan pra-panen kepada Poktan Polewali, Bulawa, Tawarolondo, dan Ambuundawaro.
Bupati Yusran Akbar menegaskan, bantuan ini bukan sekadar distribusi alat, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun kemandirian pangan daerah.

“Ini adalah upaya nyata untuk memastikan lahan-lahan baru bisa dikelola optimal dan menghasilkan produksi maksimal,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga dan memanfaatkan alsintan. Penggunaan alat diimbau hanya untuk cakupan 150–200 hektare agar usia pakai tetap terjaga, serta menegaskan larangan keras praktik monopoli dan jual beli bantuan.
“Tidak boleh ada yang menguasai sendiri, apalagi sampai diperjualbelikan. Ini milik bersama untuk kepentingan petani,” ujarnya tegas.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Konawe akan melakukan evaluasi berkala setiap tiga bulan guna memastikan efektivitas penggunaan alsintan di lapangan.
Langkah progresif ini sejalan dengan target besar sektor pertanian di Sulawesi Tenggara. Pada tahun 2026, program cetak sawah baru ditargetkan mencapai 14 ribu hektare, dengan Konawe mengusulkan hingga 4.000 hektare—dua kali lipat dari capaian tahun sebelumnya.
Tak berhenti di situ, program tanam dalam skema CSR dijadwalkan mulai April 2026 secara serentak di seluruh Indonesia, menandai babak baru penguatan ketahanan pangan nasional.
Dengan dukungan alsintan modern dan komitmen pemerintah daerah, Konawe kini semakin mantap melangkah menuju status sebagai salah satu lumbung pangan strategis di kawasan timur Indonesia.
Laporan:Redaksi
Tidak ada komentar