Kolaborasi KKN USN dan Pemdes Ambepulu, Bangun Fasilitas Desa hingga Gelar Lomba Warga

waktu baca 3 menit
Selasa, 11 Agu 2026 01:13 317 Admin KS

KONAWESATU.COM | Kolaborasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXIII Tahun 2026 Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Ambepulu, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, mulai menunjukkan hasil nyata selama pelaksanaan program pengabdian di desa tersebut.

Sebanyak 12 mahasiswa KKN USN kelompok 46 yang ditempatkan di Desa Ambepulu sejak 12 Juli 2026 aktif berbaur dan bekerja sama dengan pemerintah desa serta masyarakat dalam menjalankan berbagai program pembangunan dan pemberdayaan.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui sejumlah kegiatan, di antaranya pembuatan gapura desa, batas desa, peta desa, pos ronda, hingga kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA).

blank

Berbagai kegiatan tersebut menjadi bentuk keterlibatan langsung mahasiswa KKN USN dalam membantu pemerintah desa Ambepulu sekaligus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Pembuatan gapura dan batas desa, misalnya, diharapkan dapat memperjelas identitas serta batas wilayah Desa Ambepulu. Sementara peta desa menjadi salah satu bagian penting dalam memberikan gambaran mengenai wilayah dan potensi desa yang dapat mendukung kebutuhan administrasi maupun perencanaan pembangunan.

Mahasiswa KKN juga turut mendorong aspek keamanan dan ketertiban lingkungan melalui pembuatan pos ronda. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.

blank

Tidak hanya pembangunan fisik, mahasiswa KKN USN juga melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan dan kesehatan masyarakat melalui pembuatan kebun TOGA. Program tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan tanaman yang memiliki khasiat sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga sekaligus memanfaatkan lahan yang tersedia.

Selain kegiatan pembangunan dan pemberdayaan, mahasiswa KKN USN bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Ambepulu juga menggelar berbagai lomba olahraga dan seni antar-RT.

Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Warga dari berbagai kalangan ikut mengambil bagian, baik sebagai peserta maupun pendukung kegiatan.

blank

Mahasiswa KKN USN terlihat aktif membantu menginisiasi dan mempersiapkan pelaksanaan lomba, sementara Pemdes Ambepulu turut memberikan dukungan dan memfasilitasi kegiatan agar dapat berjalan dengan baik.

Lomba olahraga dan seni tersebut menjadi salah satu sarana untuk mempererat silaturahmi serta membangun kekompakan antarwarga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kebersamaan di tingkat desa.

Kepala Desa Ambepulu, Erliyanti, mengapresiasi kolaborasi yang terbangun antara mahasiswa KKN USN, pemerintah desa, dan masyarakat.

blank

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada mahasiswa KKN USN yang sudah berkolaborasi bersama pemerintah desa dan masyarakat. Kehadiran mereka sangat membantu dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan di Desa Ambepulu,” ujar Erliyanti.

Menurutnya, kolaborasi tersebut memberikan dampak positif karena mahasiswa tidak hanya menjalankan program KKN, tetapi juga ikut terlibat dalam kegiatan masyarakat dan membantu pemerintah desa merealisasikan sejumlah kegiatan yang bermanfaat.

Erliyanti berharap kerja sama yang telah terbangun dapat terus berjalan dengan baik selama mahasiswa berada di Desa Ambepulu.

“Kami berharap selama berada di Desa Ambepulu, mahasiswa KKN dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat. Semoga apa yang dilakukan bisa memberikan manfaat dan meninggalkan kesan yang baik bagi masyarakat,” tambahnya.

Program-program tersebut merupakan bagian dari semangat pengabdian KKN USN yang mengusung kolaborasi berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) dalam mendorong pembangunan dan kemandirian desa.

Kolaborasi antara mahasiswa, Pemdes, dan masyarakat di Desa Ambepulu menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Melalui sinergi tersebut, berbagai kegiatan pembangunan, pemberdayaan, olahraga, dan seni dapat dilaksanakan secara bersama-sama demi menciptakan lingkungan desa yang lebih aktif, kompak, dan mandiri.

Laporan:Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA