Panen Raya Kelengkeng New Cristal, Yusran Akbar Dorong Konawe Jadi Sentra Agribisnis & Wisata Buah

waktu baca 3 menit
Jumat, 12 Sep 2025 12:13 711 Admin KS

KONAWESATU.COM | Suasana penuh semangat mewarnai Panen Raya Kelengkeng New Cristal di Desa Lalombonda, Kecamatan Amonggedo, Rabu (10/9/2025). Acara ini dihadiri Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, bersama Sekda Dr. Ferdinand, Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Hania, S.Pd., M.Pd.Gr., sejumlah kepala OPD, tokoh masyarakat, hingga ratusan petani.

Dalam pidatonya, Bupati Yusran tampil dengan gaya khas: blak-blakan, penuh canda, namun sarat makna. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada Kepala Desa Lalombonda, Budiarto, SE, yang sejak 2017 menanam kelengkeng hanya sebagai hobi, namun kini berhasil menjadi pelopor agribisnis buah unggulan.

blank

“Dulu dikatain tidak bakal berbuah, eh sekarang manis-manis. Ini bukti kalau petani kita punya hati, tekad, dan mimpi besar. Ini bukan sekadar panen, ini gerbang ekonomi baru untuk masyarakat!” tegas Yusran disambut tepuk tangan meriah.

Menurutnya, kelengkeng memiliki nilai pasar tinggi, setara dengan apel, bahkan kerap hadir dalam acara resmi tingkat provinsi maupun kementerian. Buah ini juga menjadi konsumsi utama kalangan menengah ke atas.

“Ini buah elite, dan Amonggedo punya peluang besar untuk jadi sentra kelengkeng. Selain itu, kita juga kembangkan durian dan peternakan sapi,” jelasnya.

blank

Yusran kemudian memaparkan strategi Pemkab Konawe melalui konsep Kawasan Tematik Berbasis Potensi Desa, di mana satu kecamatan diarahkan fokus pada satu komoditas unggulan. Untuk Amonggedo, fokusnya adalah kelengkeng, durian, dan sapi.

Ia juga menjelaskan dukungan Pemkab terhadap Program Makan Bergizi Gratis (BMG) yang hingga Desember 2025 akan menyasar 33 dapur umum. Kebutuhan sapi untuk program ini diperkirakan mencapai 120 ekor per bulan.

“Bayangkan berapa uang yang akan berputar di petani kita. Belum lagi kebutuhan buah, sayur, telur, ayam. Ini peluang emas!” ujarnya.

blank

Bupati Yusran Akbar memerintahkan Dinas Peternakan membuat program penggemukan sapi skala kecil agar lebih banyak petani bisa terlibat. “Jangan kasih 20 ekor ke satu orang. Kecilkan, biar merata. Dokter hewan harus turun lapangan, bantu supaya sapi bisa produksi optimal setahun!” katanya menegaskan.

Orang nomor satu Konawe ini juga menyampaikan pertanian di Amonggedo masih terkendala keterbatasan irigasi. Bendungan peninggalan 1980-an sulit difungsikan karena perbedaan elevasi mencapai 25–30 meter. Solusinya, Pemkab akan membangun embung kecil dan menormalisasi saluran irigasi.

Ia pun meminta Dinas PU, Dinas Pertanian, dan BPMD bekerja serius. “Jangan tidur, harus kerja keras! Kalau perlu, rambut putih semua demi petani kita!” ujarnya disambut tawa hadirin.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menitipkan pesan kepada para kepala desa agar menghadirkan data valid mulai dari luas lahan kosong, jumlah petani, hingga populasi ternak. Data akurat diperlukan agar program tepat sasaran.

“Kalau ada warga tolak cetak sawah, ya tidak apa-apa. Tapi jangan nanti minta lagi. Kita prioritaskan yang mau dulu. Dana APBN ini bukan uang saya, ini uang rakyat untuk rakyat!” tegasnya.

Menutup pidatonya, Yusran menyampaikan visinya menjadikan Konawe sebagai daerah agribisnis sekaligus wisata buah. Ia mengajak seluruh elemen petani, kepala desa, dinas, hingga koperasi untuk bersinergi membangun kekuatan ekonomi dari desa.

“Ekonomi rakyat adalah kekuatan sejati. Jangan biarkan uang BMG lari ke luar daerah. Mari kita rebut peluang ini, demi petani, anak-anak kita, dan masa depan Konawe yang berdaulat pangan serta sejahtera!” pungkasnya

Laporan:Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA