Dua Sekolah, Satu Semangat: Kisah Paskibra Padangguni Kibarkan Merah Putih

waktu baca 3 menit
Selasa, 18 Agu 2026 01:32 177 Admin KS

KONAWESATU.COM | Matahari pagi belum terlalu tinggi ketika barisan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kecamatan Padangguni mulai mengambil posisi di Lapangan Upacara Kantor Camat Padangguni, Senin (17/8/2026).

Di tengah suasana peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, perhatian tertuju kepada para pelajar yang mengenakan seragam Paskibra. Mereka bukan sekadar menjalankan tugas seremonial, tetapi membawa nama sekolah, keluarga, sekaligus menjadi representasi generasi muda Kecamatan Padangguni.

Paskibra Padangguni tahun ini menjadi gambaran kolaborasi dua lembaga pendidikan. Para anggotanya berasal dari SMA Negeri 24 Konawe dan MA Darul Ulum Abuki.

blank

Dengan langkah tegap, gerakan terukur dan wajah penuh konsentrasi, mereka menjalankan setiap tahapan pengibaran Sang Merah Putih. Tidak ada ruang bagi keraguan. Setiap gerakan harus dilakukan tepat waktu dan sesuai aba-aba.

Hingga bendera Merah Putih berkibar di tiang upacara sampai upacara penurunan bendera merah putih seluruh rangkaian berjalan lancar.

Di balik penampilan tersebut, terdapat proses latihan yang tidak singkat. Para pelajar dibimbing dan dilatih oleh AIPTU Rinwar, Kanit Propam Polsek Abuki, bersama AIPDA Widodo yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Matanggorai.

blank

Latihan tersebut bukan hanya membentuk ketepatan gerakan, tetapi juga menempa kedisiplinan, kekompakan, ketahanan mental dan rasa tanggung jawab para anggota Paskibra.

Bagi para siswa, tugas pada hari kemerdekaan itu menjadi pengalaman yang tidak mudah dilupakan.

Salah seorang orangtua siswa, yang enggan menyebutkan nama, mengaku bangga melihat anak-anak diberikan kesempatan mengambil bagian dalam momentum bersejarah tersebut.

blank

“Sebagai orangtua tentu kami merasa bangga karena anak kami diberikan kesempatan untuk ikut mengambil bagian dalam momentum yang sangat penting ini. Mereka telah menunjukkan kedisiplinan, tanggung jawab dan semangat selama menjalankan tugas,” ujarnya

Menurutnya, menjadi anggota Paskibra bukan sekadar kehormatan, melainkan pengalaman yang dapat membentuk karakter anak sejak dini.

Ia berharap pengalaman tersebut menjadi bekal bagi para siswa untuk menghadapi tantangan di masa mendatang sekaligus mendorong mereka untuk terus berprestasi.

blank

“Kami berharap pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga bagi mereka, sekaligus memotivasi siswa lainnya untuk terus berprestasi dan memberikan kontribusi positif bagi sekolah maupun masyarakat,” katanya.

Dalam barisan Paskibra, masing-masing siswa memiliki tugas. Aqsan Aditya Putra dari SMA Negeri 24 Konawe dipercaya sebagai Komandan Peleton (Danton).

Sementara pembawa baki dipercayakan kepada Tami Nurfadilla, siswi MA Darul Ulum Abuki.

Tiga anggota lainnya yang bertugas sebagai pasukan pengibar adalah Zuniar Duwi Saputra dan Muhammad Mandala Putra, keduanya dari SMA Negeri 24 Konawe, serta Eri Susanti dari MA Darul Ulum Abuki.

Selain itu, Sarah Sapitri, Farid Wadjedy, Ketua Alisa Nada Lestari Claudia Tri Hapsasi dan Abi Muhammad Farizal turut menjalankan tugas sebagai anggota Paskibra.

Penampilan Paskibra tahun ini bukan hanya bagian dari rangkaian upacara. Ia menjadi cerita tentang anak-anak muda yang belajar arti tanggung jawab, tentang dua sekolah yang berjalan dalam satu semangat, serta tentang generasi yang sedang dipersiapkan untuk mengisi kemerdekaan.

Karena pada akhirnya, menjadi Paskibra bukan hanya tentang bagaimana mengibarkan bendera. Lebih dari itu, tentang bagaimana menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, keberanian dan pengabdian yang akan dibawa para pelajar tersebut jauh setelah upacara berakhir.

Laporan:Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA