Inovasi UMKM Desa Bajo Indah: Bagea Bulu Babi, Kue Lokal Kaya Gizi dan Anti-Stunting.

waktu baca 2 menit
Jumat, 31 Okt 2025 14:38 1307 Admin KS

KONAWESATU.COM | Siapa sangka, hewan laut berduri yang biasanya dihindari banyak orang karena tajam dan berbahaya, kini justru menjadi bahan utama kue tradisional yang lezat dan bergizi tinggi. Adalah masyarakat Desa Bajo Indah, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, yang berhasil mengolah gonad yang terdapat dalam cangkang bulu babi (Echinoidea) menjadi kue bagea camilan khas daerah yang kini tampil dengan sentuhan inovatif.

Kepala Desa Bajo Indah, Subohan Dusu, menjelaskan bahwa kreasi unik warganya ini akan menjadi salah satu produk unggulan yang siap dipamerkan dalam Expo Inovasi Desa yang digelar oleh Pemkab Konawe pada 5 November 2025 mendatang di halaman STQ.

blank

” Ini bentuk dukungan pemerintah desa untuk memperkenalkan produk andalan hasil kreasi UMKM Kami ” ujarnya saat ditemui (31/10).

Lebih dari sekadar inovasi kuliner, bagea bulu babi ternyata menyimpan manfaat kesehatan yang luar biasa. Dilansir dari Alodokter.com Bulu Babi ini mengandung berbagai nutrisi penting seperti protein, lemak baik, vitamin A dan E, serta asam lemak omega-3 dan omega-6.

Menariknya, gonad bulu babi bukan hanya kaya nutrisi, tapi juga mengandung senyawa bioaktif seperti polisakarida, salmachroman, scopoletin, dan asam ursolat yang berfungsi sebagai antioksidan, antibakteri, antiradang, bahkan antikanker.

Sehingga hasil inovasi UMKM Desa Bajo Indah yang di kemas dalam kue bagea bulu babi ini juga disebut-sebut dapat membantu mencegah gejala stunting pada anak.

blank

Foto : Bulu babi (Echinoidea)

“Sebelumnya di Desa Bajo Indah ada lima kasus stunting. Setelah kami jalankan program pemberian makanan tambahan dari bagea bulu babi, kasus itu kini sudah tidak ada lagi,” ungkap Subohan Dusu bangga.

Melalui program tersebut, pemerintah desa membeli langsung produk bagea bulu babi dari para pelaku UMKM, lalu menyalurkannya kepada balita sebagai makanan tambahan bernutrisi tinggi.

Selain bagea, warga Bajo Indah juga tengah mengembangkan berbagai produk olahan laut lainnya seperti ikan asin dan kerajinan dari kulit kerang. Namun, pemasaran masih menjadi tantangan besar bagi mereka.

“Untuk saat ini, produk kami baru dijual di sekitar Toronipa dan Pulau Bokori. Kami berharap pemerintah daerah bisa membantu membuka akses pemasaran yang lebih luas,” harap Subohan Dusu.

Dengan inovasi kreatif ini, masyarakat Bajo Indah berhasil membuktikan bahwa potensi laut tidak hanya bisa dinikmati, tapi juga menyehatkan. Siapa sangka, dari hewan berduri lahir kue yang lembut, gurih, dan membawa harapan baru bagi generasi sehat Desa Bajo Indah.

Laporan:RedaksiÂ

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA