
KONAWESATU.COM | Di tengah semarak persiapan Expo Inovasi Desa 2025 yang akan digelar pada 5 November mendatang, Desa Puuloro, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe tampil dengan konsep yang benar-benar berbeda.
Stand pameran mereka bukan sekadar etalase karya, tetapi sebuah kisah hidup tentang warisan alam yang membentuk identitas desa.
Kepala Desa Puuloro, Peltu (Purn) Sardin Beemu, SH., MM., menjelaskan bahwa hampir 90 persen ornamen stand pameran terbuat dari tumbuhan sagu. Material alami itu ditata dengan apik menjadi bangunan berarsitektur unik dan bernilai seni tinggi.
“Konsep ini kami ambil bukan tanpa alasan, ada sejarah yang melekat. Pohon sagu pertama yang ditanam di Sulawesi Tenggara itu berasal dari Desa Puuloro. Jadi, kami ingin mengangkat kembali warisan itu agar dikenal luas.” terangnya.
Tak hanya pada desain bangunan, kreativitas warga Puuloro juga terpancar lewat olahan kuliner berbasis sagu. Di stand mereka, pengunjung akan menemukan dua produk unggulan yakni Tepung Sagu Mekoanggoa dan Cemilan Bepa Iwoi, hasil karya para pelaku UMKM setempat.
Sementara untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha, Pemerintah Desa Puuloro menjalin kerja sama dengan Balai Latihan Kursus (BLK) Kendari.
“Saya sudah berkoordinasi dengan BLK Kendari. Tahun depan kami akan mengirim 16 warga untuk mengikuti pelatihan pengolahan tepung sagu menjadi bahan jadi,” tutur Sardin Beemu optimistis.
Saat ini, produk sagu Puuloro masih dipasarkan di wilayah sekitar, namun Bepa Iwoi telah mulai menembus pasar luar Kabupaten Konawe.
“Saya imbau masyarakat saya jangan hanya sebatas itu (tepung sagu dan bepa iwoi) kedepan produk yang masyarakat buat akan kita kemas lebih bagus agar bernilai tinggi, dan apabila ada produk UMKM lain saya sampaikan pada masyarakat untuk menyampaikan pada saya agar kita sebagai pemerintah desa dapat memberi suport agar mereka dapat bekerja.” tutup Kepala Desa.
Dengan kreativitas, kolaborasi, dan semangat pelestarian kearifan lokal, Desa Puuloro membuktikan bahwa sagu bukan sekadar bahan pangan, melainkan simbol kebanggaan dan jati diri yang mengakar kuat di tanah Konawe.
Laporan:Redaksi
Tidak ada komentar