Puslitbang Polri Tinjau Gudang Senjata Di Polres Konawe, Evaluasi Keamanan Dan Implementasi Teknologi

waktu baca 3 menit
Selasa, 11 Mar 2025 10:26 552 Admin KS

Konawesatu.com – Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri melakukan penelitian di Polda Sultra dan Polres sampel terkait evaluasi kualitas gudang penyimpanan senjata api dan amunisi, Selasa 11 Maret 2025.

Penelitian ini dilakukan sebagai langkah strategis dalam meningkatkan keamanan dan profesionalitas institusi kepolisian, khususnya dalam hal pengelolaan senjata api dan amunisi.

Ketua Tim Peneliti Puslitbang Polri, Kombes Pol Muhammad Budi A., S.IK., MH, menjelaskan bahwa penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai kasus yang terjadi terkait penyimpanan senjata api dan amunisi, menunjukkan urgensi untuk mengevaluasi kualitas gudang penyimpanan.

blank

“Kasus pencurian senjata api oleh oknum polisi di gudang logistik Ditsamapta Polda Bangka Belitung, seperti yang dilaporkan oleh Tribun Banyumas, menyoroti lemahnya pengawasan dan manajemen inventaris di gudang penyimpanan,” ungkap Kombes Pol Muhammad Budi dalam keterangan tertulisnya.

Di sisi lain, insiden seperti ledakan gudang peluru TNI milik Kodam Jaya di Ciangsana, yang dilaporkan oleh CNBC Indonesia dan BBC Indonesia, menggambarkan risiko fisik yang dapat mengancam keselamatan personel dan masyarakat sekitar jika standar keamanan tidak terpenuhi.

“Penelitian ini sangat relevan dengan fenomena yang terjadi, bertujuan untuk mengidentifikasi celah-celah dalam sistem penyimpanan senjata api dan amunisi serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan keamanan keselamatan, kesehatan, kemudahan, dan kenyamanan,” jelasnya.

blank

Kombes Pol Muhammad Budi menekankan bahwa gudang penyimpanan tidak hanya memerlukan pengamanan fisik, seperti material bangunan tahan ledakan dan sistem akses terbatas, tetapi juga dukungan teknologi modern, seperti pengawasan berbasis CCTV, sensor keamanan, dan sistem pelacakan digital untuk memastikan akurasi inventaris.

“Selain itu, evaluasi ini juga akan menekankan pentingnya pelatihan personel terkait pengelolaan gudang dan prosedur audit berkala,” katanya.

Penelitian ini juga bertujuan untuk mencegah insiden penyalahgunaan, pencurian, atau kecelakaan yang dapat mencoreng nama baik institusi kepolisian.

“Penelitian ini diharapkan memberikan panduan komprehensif bagi institusi kepolisian untuk memperkuat sistem logistik khususnya gudang penyimpanan senjata api dan amunisi, sehingga dapat mendukung pelaksanaan tugas operasional kepolisian yang profesional, transparan, dan aman,” pungkasnya.

Penelitian ini dilaksanakan di 11 Polda sampel, salah satunya adalah Polda Sultra, dan 5 Polres jajaran. Pelaksanaan di Polda Sultra berlangsung dari tanggal 10 sampai dengan 13 Maret 2025. Pendekatan yang dilakukan melalui kuantitatif dan kualitatif, dimana pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner secara online, wawancara mendalam kepada pejabat dan anggota Polri, dan pengecekan/observasi gudang penyimpanan senjata api dan amunisi yang ada di Polda Sultra dan Polres yang menjadi sampel penelitian.

Tim peneliti terdiri dari Kombes Pol Muhammad Budi A., S.IK., MH. (Ketua Tim), AKBP Ujang Darmawan H. S., SH, S.IK, MM, M.IK (Peneliti), dan AKP. Annisaa Yusuf, S.T.K., S.IK. (Anggota), serta didampingi Narasumber dari BRIN Drs. Ary Wahyono, M.Si. (Rls)

Laporan:RedaksiÂ

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA