Usaha Batu Merah Onembute: Ketika Tanah Menjadi Jalan Rezeki Warga

waktu baca 2 menit
Minggu, 22 Jun 2025 23:52 704 Admin KS

KONAWESATU.COM – Di tengah hamparan sawah dan hijaunya perkebunan, Kecamatan Onembute di Kabupaten Konawe menyimpan potensi lain yang tak kalah menjanjikan yakni usaha batu merah.

Bukan hanya sekadar sampingan, produksi batu merah telah menjadi urat nadi ekonomi warga di beberapa desa, hampir setiap kepala keluarga di sana memiliki bangsal atau tempat produksi batu merah sendiri.

Salah satu pengrajin, Mashud, warga desa Kasumeia menceritakan bahwa ia sudah bergelut di dunia batu merah sejak masih duduk di bangku kelas 3 SD. Bukan tanpa alasan, menurutnya usaha ini memiliki prospek yang menjanjikan.

blank

“Prospeknya lumayan menjanjikan. Pesanan datang terus, bahkan dari luar Konawe. Kalau sedang ramai, kami sampai kewalahan penuhi permintaan,” ujarnya sambil tersenyum.

Dikatakan dalam menjalankan usaha ini, banyak warga mengandalkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan sebagai modal awal. Kini, seiring perkembangan zaman, para pengrajin tak lagi hanya mengandalkan tenaga manual. Mesin-mesin pencetak batu mulai digunakan demi meningkatkan produksi dan menjaga kualitas.

Untuk bahan baku, tanah liat terbaik diperoleh dari hasil pengerukan sawah milik warga. Tanah ini kemudian dibeli para pengrajin untuk diolah menjadi batu merah siap pakai.

blank

“Satu ret tanah biasanya kami beli sekitar Rp250 ribu,” ungkap Mashud.

Dari hasil pantauan di lapangan, setidaknya ada empat desa yang aktif memproduksi batu merah di Kecamatan Onembute yakni Desa Kasumeia, Trimulya, Napoosi, dan Anggaloosi. Uniknya, meski sibuk memproduksi batu merah, para warga tetap menjalankan aktivitas bertani. Keduanya berjalan berdampingan saling menopang ekonomi keluarga.

Namun, meski usaha ini tumbuh dari keringat dan kerja keras, para pengrajin masih berharap adanya dukungan dari pemerintah. Mereka butuh pelatihan, peralatan modern, hingga bantuan akses pemasaran.

“Kalau ada bantuan dari pemerintah, tentu sangat membantu kami mengembangkan usaha ini,” tutup Mashud penuh harap.

Laporan:Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA