
Konawesatu.com – Lembaga Adat Tolaki (LAT) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Ke-V Acara ini dihadiri ratusan delegasi dari berbagai penjuru yang berkumpul untuk merumuskan langkah strategis dalam melestarikan adat dan tradisi Tolaki.
Bupati Konawe, H. Yusran Akbar ST, menyampaikan sambutan hangat kepada seluruh peserta. Dalam pidatonya, beliau menegaskan bahwa Musda ini merupakan momentum penting dalam menjaga identitas budaya Tolaki, khususnya di tengah tantangan modernisasi yang kian pesat.

Selain sebagai ajang musyawarah, acara ini juga ditandai dengan pawai budaya yang meriah, menampilkan berbagai suku seperti Tolaki, Muna, Buton, Moronene, Bugis, Jawa, dan Bali. Mereka berjalan dengan mengenakan pakaian adat, menari, dan bernyanyi bersama, menampilkan keragaman yang harmonis sebagai simbol persatuan masyarakat Konawe.
Bupati Yusran Akbar juga menyoroti pentingnya menjaga bahasa Tolaki yang terancam punah akibat pengaruh globalisasi. Berdasarkan laporan Balai Bahasa Sulawesi Tenggara (BBST), bahasa Tolaki mengalami kemunduran yang signifikan. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama melestarikan bahasa dan budaya Tolaki agar tetap diwariskan kepada generasi mendatang.

Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2018 juga berkomitmen mendukung peran Lembaga Adat Tolaki dalam menjaga harmoni masyarakat yang majemuk. Rencana pembangunan museum sebagai pusat literasi sejarah Tolaki juga sedang dipersiapkan. Bupati berharap Musda ini mampu menghasilkan gagasan konkret dalam mempertahankan warisan leluhur di tengah arus modernisasi.
“Kami ingin menjadikan Musyawarah Daerah ini sebagai titik tolak revitalisasi budaya Tolaki agar tidak lekang oleh zaman. Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat adat, dan seluruh elemen, kami yakin tradisi ini akan tetap hidup dan menjadi kekuatan kebersamaan masyarakat Konawe,” tutup Bupati Yusran Akbar.
Laporan:Redaksi
Tidak ada komentar