
Konawesatu.com- Dalam upaya menjaga situasi tetap kondusif, Kepolisian Resor (Polres) Konawe menggelar patroli gabungan di Desa Tawamelewe, Kecamatan Uepai, pada Selasa (6/5). Langkah ini diambil menyusul adanya sengketa lahan antara warga Transmigrasi dan kelompok masyarakat yang dipimpin seorang pria bernama Eprit.
Patroli dipimpin langsung oleh Kapolres Konawe, AKBP Noer Alam, S.I.K., didampingi personel gabungan dari Operasi Pekat Anoa 2025. Usai apel pagi di Mapolres pukul 09.00 WITA, rombongan bertolak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 10.00 WITA.

Di lapangan, petugas memberikan imbauan persuasif kepada kedua belah pihak agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi menimbulkan konflik. Pendekatan humanis ini menjadi strategi utama Polres Konawe dalam meredam ketegangan.
“Kami mengedepankan langkah hukum yang tegas namun tetap humanis. Tujuannya adalah menciptakan rasa aman serta memastikan proses penyelesaian berjalan tertib,” ujar AKBP Noer Alam.

Pihak kelompok pengklaim menyatakan bahwa lahan yang disengketakan merupakan warisan leluhur. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Konawe dapat turun tangan untuk memediasi dan membuka ruang dialog yang adil bagi semua pihak.
“Kami ingin ada pembahasan terbuka dan keputusan bersama,” ungkap salah satu perwakilan kelompok tersebut.
Patroli berakhir pukul 13.20 WITA dengan situasi yang tetap aman dan terkendali. Polres Konawe memastikan akan terus melakukan pengamanan sambil mendorong penyelesaian konflik melalui jalur dialog.
Laporan:Redaksi
Tidak ada komentar