
KONAWESATU.COM | Sejak pagi, suasana Kecamatan Padangguni, Kabupaten Konawe, Senin (17/8/2026), terasa berbeda. Jalan-jalan dipadati warga yang datang untuk menyaksikan peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Di tengah keramaian itu, barisan pedagang yang tertata di sepanjang pinggir jalan ikut memberi warna. Aktivitas jual beli berjalan di sela-sela perayaan kemerdekaan, memperlihatkan geliat ekonomi masyarakat di kawasan yang dikenal dengan julukan Kampung Durian tersebut.
Dari anak-anak sekolah dasar hingga pelajar SMA, perangkat desa, anggota karang taruna, aparat keamanan hingga ASN lingkup Kecamatan Padangguni, semuanya mengambil bagian. Mereka berdiri dalam barisan masing-masing, mengikuti upacara pengibaran Bendera Merah Putih di Lapangan Upacara Kantor Camat Padangguni.

Upacara berlangsung khidmat. Bagi masyarakat, momentum tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi ruang untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus menanamkan kembali semangat nasionalisme kepada generasi muda.
Ketika matahari mulai bergeser ke ufuk barat, suasana kembali berubah. Rangkaian peringatan dilanjutkan dengan upacara penurunan Bendera Merah Putih pada sore hari.
Dua prosesi tersebut menjadi penanda bahwa satu hari penuh peringatan kemerdekaan di Padangguni dilalui dengan penuh penghormatan dan kebersamaan.

Namun, cerita HUT ke-81 RI di Kampung Durian belum selesai di lapangan upacara.
Semangat merah putih akan kembali berkobar pada 24 Agustus 2026 mendatang. Kali ini, masyarakat akan bertemu di arena olahraga yang dipusatkan di Desa Matahori, Kecamatan Padangguni.
Sebanyak 11 desa yang berada di Kecamatan Padangguni bersama para pelajar dijadwalkan ambil bagian dalam perlombaan olahraga dan seni yang akan dipertandingkan untuk memeriahkan rangkaian peringatan hari ulang tahun (HUT ) kemerdekaan Republik Indonesia.

Bukan hanya soal siapa yang menjadi juara. Arena pertandingan nantinya diharapkan menjadi tempat masyarakat dari 11 desa saling bertemu, bersilaturahmi dan mempererat persaudaraan.
Sorak-sorai, persaingan dan semangat menjadi yang terbaik akan berpadu dengan nilai sportivitas dan gotong royong. Sebab, bagi masyarakat Padangguni, kemerdekaan tidak cukup dirayakan dengan mengibarkan Sang Merah Putih.
Desa Matahori sebagai tuan rumah pun mulai melakukan berbagai persiapan. Pemerintah desa memastikan kesiapan lapangan serta kebutuhan pendukung lainnya agar rangkaian kegiatan olahraga dapat berlangsung lancar.
Camat Padangguni, Dermawan, mengatakan kegiatan olahraga dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan agenda yang setiap tahun dilaksanakan secara rutin.
“Setiap tahun kegiatan olahraga ini digilir. Untuk tahun depan akan dilaksanakan di wilayah SPB Padangguni,” kata Dermawan.
Tradisi tersebut membuat perayaan kemerdekaan di Kecamatan Padangguni tidak berhenti pada satu hari. Semangatnya bergerak dari satu desa ke desa lainnya, mempertemukan masyarakat dalam suasana yang lebih cair dan penuh kekeluargaan.
Di Kampung Durian ini , kemerdekaan akhirnya menemukan banyak bentuk. Ia hadir dalam barisan pelajar yang berdiri tegak di lapangan upacara. Ia hadir dalam langkah para pengibar bendera. Ia hadir di antara pedagang yang mengais rezeki di tengah keramaian. Dan beberapa hari lagi, semangat itu akan kembali hadir melalui pertandingan olahraga dan pertemuan warga dari 11 desa. Dari lapangan upacara hingga arena pertandingan, merah putih terus menjadi simbol yang menyatukan masyarakat Padangguni.
Sebuah perayaan yang menunjukkan bahwa memaknai kemerdekaan bukan hanya tentang mengingat masa lalu, tetapi juga tentang merawat kebersamaan hari ini dan membangun persaudaraan untuk hari esok.
Laporan:Redaksi
Tidak ada komentar