Malam Ramah Tamah KKN Universitas Lakidende di Matahori Penuh Haru, Camat dan Kades Sampaikan Apresiasi

waktu baca 4 menit
Minggu, 4 Okt 2026 06:13 305 Admin KS

KONAWESATU.COM |Suasana haru dan penuh kekeluargaan mewarnai malam ramah tamah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lakidende angkatan XIII Posko 10 bersama Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Matahori, Kecamatan Padangguni, Kabupaten Konawe.

Kegiatan yang digelar di kediaman Kepala Desa Matahori, Jumran, Sabtu (3/10/2026), dihadiri Camat Padangguni Dermawan, Ketua TP-PKK Desa Matahori, Ketua BPD, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta warga setempat.

Malam ramah tamah tersebut menjadi momentum penghargaan atas pengabdian mahasiswa selama kurang lebih 40 hari, sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antara mahasiswa dan masyarakat.

blank

Camat Padangguni, Dermawan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa Universitas Lakidende atas kontribusi mereka dalam mendukung kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa tidak hanya sebatas menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga memberikan sumbangsih melalui kegiatan fisik maupun nonfisik.

Ia secara khusus mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam menyukseskan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kecamatan Padangguni.

blank

“Tanpa bantuan, kebersamaan, dan kekompakan adik-adik mahasiswa, kegiatan peringatan HUT RI dan Hari Jadi Kecamatan Padangguni yang kita laksanakan kemarin tentu tidak akan berjalan dengan baik,” ungkap Dermawan.

Ia menjelaskan, sejak awal penempatan mahasiswa, pemerintah kecamatan telah berkoordinasi dengan pihak universitas terkait pelaksanaan KKN di wilayah Padangguni.

Dermawan menilai, keterlibatan mahasiswa turut memperkuat semangat gotong royong masyarakat dalam menyukseskan berbagai agenda kemasyarakatan.

blank

Ia berharap hubungan yang telah terjalin tidak berhenti setelah mahasiswa kembali ke kampus.

“Ini bukan perpisahan, tetapi menjadi awal dari hubungan kekeluargaan antara adik-adik mahasiswa dengan pemerintah desa dan seluruh masyarakat Matahori,” tuturnya.

Mewakili pemerintah kecamatan, ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama mahasiswa menjalankan pengabdian terdapat perkataan maupun tindakan yang kurang berkenan.

Dermawan berpesan agar mahasiswa tetap menjaga semangat belajar, menyelesaikan pendidikan tepat waktu, serta menjadi insan berilmu yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Di Padangguni ini kita hidup dalam keberagaman suku, adat, dan agama. Jika ada hal yang kurang berkenan di hati, cukup ditinggalkan di sini. Kenangan baik dan kebersamaan yang telah terjalin semoga tetap dibawa,” pesannya.

Terkait penarikan mahasiswa, Dermawan menjelaskan agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 5 Oktober 2026, melalui masing-masing dosen pembimbing lapangan. Jadwal itu menyesuaikan agenda Universitas Lakidende yang tengah menjalankan proses akreditasi.

Kades Matahori: Mahasiswa KKN Membawa Berkah bagi Desa

Sementara itu, Kepala Desa Matahori, Jumran, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kehadiran mahasiswa dari tiga perguruan tinggi yang melaksanakan pengabdian di desanya sepanjang 2026.

Ketiga perguruan tinggi tersebut yakni Universitas Halu Oleo (UHO), Universitas Nahdatul Ulama Sulawesi Tenggara (Unusra), dan Universitas Lakidende.

Jumran mengatakan, kehadiran mahasiswa memberikan semangat, pengetahuan, dan motivasi bagi pemerintah desa untuk terus berkembang.

“Dalam setahun ini sudah tiga universitas yang hadir di Desa Matahori, yakni UHO, Unsultra, dan terakhir Universitas Lakidende,” ujarnya.

Ia menegaskan, mahasiswa KKN tidak pernah dianggap sebagai beban, melainkan sebagai berkah yang membawa manfaat bagi masyarakat.

“Buat saya, kedatangan adik-adik bukan hal biasa, tetapi luar biasa. Kehadiran mereka memberikan motivasi bahwa desa ini bisa terus berkembang. Saya tidak menganggap anak-anak kita yang datang di sini sebagai beban, tetapi membawa berkah untuk Desa Matahori,” tuturnya.

Menurut Jumran, program KKN menjadi kesempatan bagi desa untuk memperoleh gagasan dan pendampingan dari mahasiswa sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Salah satu kebutuhan yang disorot adalah penyusunan peta wilayah desa yang memerlukan pengetahuan dan keterampilan teknis.

Dalam kesempatan tersebut, Jumran juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama mahasiswa berada di Matahori terdapat sikap, pelayanan, maupun kondisi yang kurang berkenan.

Ia mengakui kondisi kesehatannya terkadang membuat dirinya tidak dapat mendampingi seluruh aktivitas mahasiswa secara langsung.

“Saya juga manusia biasa yang memiliki banyak kekurangan. Kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Jika selama kurang lebih 40 hari adik-adik berada di sini ada sesuatu yang kurang berkenan, saya memohon maaf sebesar-besarnya,” ungkapnya.

Meski demikian, ia berharap pengalaman selama menjalankan KKN menjadi bekal berharga bagi mahasiswa, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun perjalanan akademik mereka.

Jumran menegaskan bahwa seluruh mahasiswa telah dianggap sebagai bagian dari keluarga besar Desa Matahori tanpa memandang asal daerah maupun latar belakang.

“Kalau ada yang baik, silakan dibawa pulang. Kalau ada yang kurang baik, cukup disimpan sebagai pelajaran. Pintu rumah kami selalu terbuka untuk adik-adik, kapan pun ingin datang, silakan. Kami sekeluarga menerima dengan lapang dada,” katanya.

Ia berharap silaturahmi yang telah terbangun tetap terjaga meski masa pengabdian telah berakhir.

“Bagi saya, adik-adik semua sudah menjadi keluarga. Mari kita melepas dengan harapan ke depan masih bisa berjumpa kembali,” tutup Jumran.

Malam ramah tamah tersebut menjadi penutup pengabdian mahasiswa KKN Universitas Lakidende di Desa Matahori, sekaligus meninggalkan kesan kebersamaan yang diharapkan terus terpelihara antara mahasiswa dan masyarakat.

Laporan:Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA