
KONAWESATU.COM | Desa Watarema di Kecamatan Lambuya dikenal sebagai salah satu desa penghasil pertanian terbaik di Kabupaten Konawe. Hampir seluruh warga di desa ini menggantungkan hidup dari pertanian dan perkebunan, dengan beras ketan merah menjadi kebanggaan utama mereka.
Berdasarkan data profil desa, luas wilayah Watarema mencapai sekitar 9.800 meter persegi, dengan 343 hektare lahan pertanian produktif yang mampu menghasilkan rata-rata 10 ton per hektare, atau sekitar 3.430 ton per tahun,.


Disusul hasil perkebunan seperti kelapa sawit sebanyak 1.500 ton per tahun, serta tanaman pangan lain seperti jagung, ubi jalar, cabai rawit, tomat, terong, dan semangka dengan hasil antara 7 hingga 60 ton per tahun.
Kepala Desa Watarema, Askar, mengatakan banjir menjadi tantangan utama bagi petani di wilayahnya.
“Cuaca sangat sulit diprediksi. Biasanya banjir terjadi pada bulan Mei dan Juni, tapi sekarang bisa datang di bulan Januari,” ujarnya.
Menurut Askar, selain ancaman banjir, kondisi infrastruktur jalan dan transportasi pertanian juga masih menjadi kendala utama, terutama ketika jalan rusak akibat hujan dan genangan air yang menyebabkan harga hasil panen menurun.
“Watarema punya potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan. Tapi kalau masalah banjir tidak segera diatasi, jerih payah petani akan terus terancam,” tutupnya.
Laporan:Redaksi
Tidak ada komentar