Desa Bajoe: Menyulam Asa dari Lautan, Menjemput Harapan Lewat Inovasi Pesisir

waktu baca 2 menit
Senin, 3 Nov 2025 12:58 1445 Admin KS

KONAWESATU.COM | Ditepian laut Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, terbentang sebuah desa kecil yang sarat potensi yakni Desa Bajoe. Angin laut, riuh ombak, dan aroma ikan kering menjadi bagian dari keseharian masyarakat yang menggantungkan hidup pada hasil laut. Namun, di balik kesederhanaan itu, Bajoe tengah menata masa depan baru masa depan yang berpijak pada inovasi dan kemandirian masyarakat pesisir.

Di bawah kepemimpinan Abd Muis, geliat ekonomi desa mulai terasa. Salah satu daya tarik yang kini dikembangkan adalah wisata keramba, destinasi unik yang lahir dari inisiatif warga sendiri. Dengan sekitar 30 unit keramba yang dibangun secara swadaya, kawasan ini bukan hanya menjadi sumber penghidupan, tetapi juga wajah baru wisata bahari di Konawe.

“Wisata keramba ini bukan sekadar tempat budidaya ikan, tapi juga ruang belajar dan rekreasi bagi siapa pun yang ingin mengenal kehidupan masyarakat pesisir,” ujar Abd Muis dengan senyum bangga senin (3/11).

Selain sektor wisata, kreativitas masyarakat Bajoe juga tercermin dari kerajinan tangan berbahan kulit kerang. Dari benda-benda sederhana, lahirlah karya seni bernilai tinggi yang memadukan ketekunan dan cita rasa estetika khas pesisir. Kerajinan ini menjadi simbol bahwa laut tak hanya menyimpan sumber daya, tetapi juga sumber inspirasi tanpa batas.

Sebagai wilayah pesisir, sebagian besar masyarakat Desa Bajoe menggantungkan hidup dari sektor perikanan. Salah satu usaha yang telah menjadi warisan turun-temurun warga setempat adalah produksi ikan asin. Usaha ini tidak hanya menjadi sumber penghidupan, tetapi juga identitas ekonomi masyarakat pesisir Bajoe.

Seluruh potensi itu akan menjadi sorotan dalam ajang Expo Inovasi Desa 2025, yang akan digelar pada 5 November mendatang. Bagi Pemerintah Desa Bajoe, keikutsertaan ini bukan sekadar memamerkan produk unggulan, tetapi juga memperkenalkan wajah baru ekonomi pesisir berbasis masyarakat dan budaya lokal.

“Melalui expo ini, kami ingin menunjukkan bahwa Bajoe bukan hanya desa nelayan. Kami punya potensi wisata, seni, dan industri rumahan yang siap bersaing,” tegas Abd Muis.

Dengan semangat gotong royong dan daya inovasi yang tumbuh dari masyarakat, Desa Bajoe kini menegaskan jati dirinya sebagai desa pesisir yang berdaya dan berinovasi. Dari ombak yang tak pernah lelah bergerak, lahirlah harapan baru harapan yang disulam dengan tangan-tangan nelayan yang penuh keyakinan.

Laporan:Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA