Potret Buram Pendidikan Di Konawe: Dari Siswa Belajar Di Sekat Tripleks Hingga Numpang Buang Air Di Indomaret!

waktu baca 2 menit
Jumat, 12 Sep 2025 02:40 768 Admin KS

Konawesatu.com | Di tengah gencarnya pemerintah mendorong peningkatan kualitas pendidikan, potret memilukan justru datang dari SD Negeri 1 Lalonggowuna, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe. Sekolah ini minim ruang kelas belajar (RKB) bahkan sama sekali tidak memiliki WC, baik untuk guru maupun murid.

Pemandangan ini seakan menampar nurani. Proses belajar yang seharusnya nyaman, justru berlangsung penuh keterbatasan. Ironisnya, untuk sekadar buang air kecil, baik guru maupun siswa harus menyeberang tembok menuju Indomaret terdekat.

blank

“Kalau mau buang air harus ke Indomaret, karena di sekolah memang tidak ada WC. Pernah kita coba bikin WC darurat di samping sekolah, tapi langsung dikomplain warga pemilik lahan yang berbatas dengan sekolah,” tutur Nursidin, Kepala SD Negeri 1 Lalonggowuna, dengan nada getir.

Potret keseharian di sekolah ini kian menyayat hati, dimana terdapat satu bangunan yang disekat menjadi empat ruangan yakni satu untuk kantor guru dan tiga lainnya sebagai ruang kelas belajar. Itupun dipisahkan oleh tripleks tipis. Kondisi ini membuat proses belajar mengajar jauh dari kata efektif.

blank

Bukan karena pihak sekolah tak berusaha. Masalah sesungguhnya ada pada lahan. SD Negeri 1 Lalonggowuna berdiri di atas tanah milik SD Negeri 2 Lalonggowuna, kata Nursidin setelah lahan hibah sekolah ini ditarik kembali oleh pemiliknya pada tahun 2013. Sejak saat itu, impian memiliki fasilitas layak seakan berhenti di tengah jalan.

Akibat persoalan lahan yang tak kunjung selesai, sekolah tidak bisa membangun fasilitas penting seperti WC maupun ruang belajar permanen.

“Sekolah ini sudah lama menunggu kepastian. Dan kami yakin pemerintah yang baru dibawah kepemimpinan Bupati Yusran Akbar dan Syamsul Ibrahim,  bisa menyelesaikan persoalan lahan yang sudah lama ini, agar anak-anak dapat belajar dengan tenang dan nyaman,” tambah Nursidin penuh harap.

Kondisi memprihatinkan ini menjadi pekerjaan rumah penting bagi Pemkab Konawe, agar generasi muda bisa mendapatkan hak pendidikan yang layak tanpa harus dibayang-bayangi keterbatasan fasilitas dasar.

Laporan: Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA