Kepala Desa Ambepulu, Erliyanti, mengungkapkan bahwa narkoba kini tidak hanya menyasar kawasan perkotaan, tetapi juga mulai merambah wilayah pedesaan. Foto : NasKONAWESATU.COM | Pemerintah Desa (Pemdes) Ambepulu, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe, terus menunjukkan keseriusannya dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba. Salah satu langkah yang digagas adalah membentuk Desa Anti Narkotika dengan menggandeng Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Konawe.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Warga Ambepulu sempat digegerkan dengan temuan paket narkoba yang diduga sengaja diletakkan di ruas jalan perbatasan desa dengan modus tempelan yakni cara transaksi narkoba tanpa tatap muka antara penjual dan pembeli.

Kepala Desa Ambepulu, Erliyanti, mengungkapkan bahwa narkoba kini tidak hanya menyasar kawasan perkotaan, tetapi juga mulai merambah wilayah pedesaan. Karena itu, keterlibatan pemerintah desa dianggap krusial untuk melakukan pencegahan sejak dini.
“Kami nanti akan melakukan koordinasi dengan pihak BNK Konawe. Tujuannya adalah pencegahan sejak dini pada masyarakat, terutama generasi muda, tentang bahaya narkoba,” tegas Erliyanti.

Menurutnya, program Desa Anti Narkotika akan akan berfokus pada edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya kalangan pemuda. Nantinya, pemerintah desa bersama BNK Konawe akan menggelar penyuluhan rutin, kampanye hidup sehat, hingga pembentukan relawan desa yang siap menjadi agen pencegahan narkoba.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa narkoba merupakan musuh bersama yang harus diperangi dari tingkat bawah. Tanpa keterlibatan masyarakat, khususnya orang tua dan pemuda, upaya pemberantasan narkoba akan sulit dilakukan.
“Generasi kita di Desa Ambepulu harus dilindungi dari bahaya narkoba, jika sejak awal dicegah, maka masa depan mereka akan lebih baik,” tambahnya.
Dengan langkah ini, Pemdes Ambepulu berharap dapat menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba serta menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Konawe.
Laporan:Redaksi
Tidak ada komentar