SLB Negeri 2 Konawe : Pengabdian Ditengah Keterbatasan Fasilitas

waktu baca 3 menit
Minggu, 13 Apr 2025 23:45 650 Admin KS

Konawesatu.com – Di balik jalan berliku, hamparan sawah, dan perkebunan sawit yang jauh dari keramaian, Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 2 Konawe yang terletak di Kelurahan Andabia, Kecamatan Anggaberi, Sulawesi Tenggara, menyimpan kisah perjuangan yang mengharukan.

Sekolah yang berdiri tegak sebagai mercusuar harapan bagi anak-anak berkebutuhan khusus ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari akses jalan yang memprihatinkan hingga keterbatasan fasilitas.

blank

Akses jalan menuju SLBN 2 Konawe sangat jauh dari kata layak, sehingga guru dan siswa mengalami kesulitan dalam melakukan aktifitas belajar mengajar.

Tak hanya itu, guru di sekolah tersebut juga harus menambah mental dan kesabaran karena akses infrastruktur di daerah tersebut sangat memprihatinkan.

“Kami tidak punya kendaraan dinas. Kalau tidak dijemput, banyak siswa yang tidak bisa datang,” ujar Kepala Sekolah SLBN 2 Konawe, Yafsin Yaddi.

“Ada yang rumahnya di Kecamatan Konawe, bahkan Unaaha. Setiap hari kami harus bolak-balik,” tambahnya.

blank

Tanpa kendaraan operasional sekolah, para guru terpaksa menggunakan kendaraan pribadi untuk mengantar-jemput murid.

Sekolah yang mendidik 28 siswa yang memiliki beragam kondisi, mulai dari tuna rungu, tuna daksa, tuna grahita, hingga autis, merupakan bukti bahwa mereka memiliki hak yang layak untuk mendapatkan pendidikan.

“Guru-guru lainnya berstatus honorer atau sukarelawan. Namun, semangat mereka tak pernah pudar, kami mengajar dengan hati. Setiap perkembangan kecil dari anak-anak ini adalah kebahagiaan bagi kami” tutur Kepala SLB N 2 Konawe.

Walaupun dipenuhi dengan tantangan yang tak mudah, Yafsin mengatakan semangat belajar mengajar di SLB N 2 Konawe tak pernah surut.

blank

Meski dengan keterbatasan sarana yang ada, sekolah yang baru saja menyandang akreditasi A Plus tersebut telah mendapatkan penghargaan Sekolah Sehat dari Kemendikbudristek pada tahun 2024 lalu.

Yafsin mengungkapkan, pihaknya akan terus berupaya memberikan pendidikan terbaik di sekolah yang memiliki jenjang setara SD, SMP, dan SMA walau fasilitasnya masih jauh dari memadai.

“Kami ingin anak-anak ini bisa mandiri suatu hari nanti. Mereka punya hak yang sama untuk belajar dan berkembang, namun kami butuh dukungan lebih, terutama transportasi dan tenaga pengajar tambahan,” terangnya.

Masih kata Yafsin, selain fasilitas dan infrastruktur, siswa juga sangat membutuhkan ruangan belajar yang memadai, karena saat ini siswa melakukan proses belajar mengajar diruangan yang belum memenuhi standar ideal untuk pendidikan khusus.

“Kami membutuhkan alat peraga, alat terapi, dan yang paling mendesak adalah kendaraan antar-jemput,” kata Asmudin, salah seorang staf yang kadang merangkap jadi guru. “Jika ada bantuan dari pemerintah, baik kabupaten maupun provinsi, itu akan sangat meringankan beban kami.”

Meski ditengah keterbatasan dan bukan naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Konawe, kami berharap Pemerintah Kabupaten Konawe turut memperhatikan nasib mereka. Salah satunya adalah harapan kami diadakan Program Makan Bergizi Gratis yang diluncurkan pemerintah pusat, yang dinilai sangat dibutuhkan siswa,” tandasnya.

Laporan:RedaksiĀ

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA