
KONAWESATU.COM | Di tengah tenangnya Desa Meraka, Kecamatan Lambuya, Kabupaten Konawe, suara gesekan serat anyaman dulu menjadi irama khas di tiap rumah. Namun kini, nada itu mulai pelan terdengar. Para pengrajin tikar adat di desa ini tengah bergulat dengan satu persoalan klasik yakni bahan baku yang semakin sulit didapat.
“Bahannya sudah mulai berkurang di desa kami, jadi para pengrajin harus keluar desa untuk mendapatkan bahan baku tikar,” tutur Hasripin L, Kepala Desa Meraka, ketika ditemui di stand pameran Expo Inovasi Desa, Senin (10/11).

Setiap helai tikar yang dihasilkan sejatinya bukan sekadar produk, melainkan warisan budaya yang terus dijaga. Namun, ketika bahan utamanya menipis, semangat para pengrajin pun diuji. Mereka harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan daun pandan atau bahan alami lain yang kini tak lagi tumbuh subur di sekitar desa.
Tak hanya pengrajin anyaman, kelompok Ibu-ibu PKK Desa Meraka yang mengelola UMKM camilan lokal juga menghadapi tantangan lain yakni pemasaran produk. Di tengah gempuran produk modern, camilan tradisional mereka masih berjuang untuk menemukan pasar yang lebih luas.
Meski begitu, Kepala Desa Meraka tak kehilangan harapan. Semua hasil karya dan produk UMKM ditampilkan pada Expo Inovasi Desa 2025, menjadi kesempatan berharga untuk memperkenalkan potensi dan kreativitas warganya.
“Kami sangat bersyukur dengan kegiatan expo ini. Walaupun hanya berlangsung beberapa hari, tapi mampu memperkenalkan produk UMKM kami,” ujar Hasripin dengan senyum optimis.
Usaha itu tak sia-sia. Produk-produk kreatif dari pelaku UMKM Desa Meraka berhasil menarik perhatian Ketua Dekranasda Kabupaten Konawe, Hj. Hania, S.Pd., M.Pd., Gr., yang terkesan dengan kualitas dan keunikan hasil karya masyarakat desa.
Sebagai bentuk apresiasi, Hj. Hania berjanji akan memberikan bantuan mesin produksi untuk mendukung pengembangan usaha para pelaku UMKM setempat.
“Alhamdulillah, Ibu Bupati merespon positif produk kami dan berencana memberikan bantuan mesin agar produksi UMKM kami semakin meningkat,” tutur Haspin L dengan penuh syukur.
Dengan adanya dukungan tersebut, pemerintah desa berharap para pelaku UMKM semakin termotivasi untuk berkreasi dan menghasilkan produk bernilai tinggi yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Laporan :Redaksi
Tidak ada komentar