
KONAWESATU.COM – Sebuah langkah kemanusiaan kembali hadir di tengah masyarakat. Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Konawe, Bapak Nur Rofiv, melakukan kunjungan langsung ke rumah Ibu Rusni, seorang janda lanjut usia di Desa Awuliti, Kecamatan Lambuya, Senin pagi (23/6).
Ibu Rusni bukan hanya seorang lansia biasa. Ia adalah sosok ibu tangguh yang telah bertahun-tahun berjuang melawan sakit stroke, sembari tetap merawat anak semata wayangnya yang mengalami cacat bawaan sejak lahir. Di balik dinding kios sederhananya, tersimpan kisah ketegaran dan cinta tanpa syarat, yang mungkin tak banyak diketahui orang.

Kehadiran pendamping PKH dalam kunjungan ini menjadi bagian dari langkah awal untuk melakukan assessment menyeluruh terhadap kondisi fisik, ekonomi, dan sosial yang dialami Ibu Rusni. Turut hadir pula dalam kunjungan tersebut, Kepala Desa Awuliti, yang menunjukkan komitmen pemerintah desa dalam memberikan perhatian terhadap warganya yang hidup dalam kondisi rentan.
Beberapa hari sebelumnya, media ini telah memberitakan kondisi Ibu Rusni yang menggugah nurani. Meski tubuhnya digerogoti penyakit, ia tetap berusaha mandiri. Bersama anaknya, ia menjual makanan ringan dan minuman kemasan seadanya, demi bisa bertahan hidup dari hari ke hari. Tak ada keluhan yang keluar dari mulutnya yang ada hanya tekad dan keikhlasan dalam menerima takdir.

Kisah Ibu Rusni bukanlah kisah tunggal. Ia adalah satu dari banyak wajah ketabahan yang tersembunyi di sudut-sudut negeri. Di tengah hiruk-pikuk kemajuan dan pembangunan, masih banyak Rusni lain yang berjuang dalam diam, berharap uluran tangan yang bisa memberi secercah harapan.
Semoga perhatian yang diberikan oleh pendamping PKH, pemerintah desa, hingga masyarakat luas bisa menjadi titik terang bagi kehidupan Ibu Rusni dan anaknya. Sebab, di balik setiap derita, selalu ada ruang bagi harapan untuk tumbuh.
Laporan : Redaksi
Tidak ada komentar