Petani Konawe Terancam Rugi, Harga Gabah Turun dari HPP Rp6.500 Jadi Rp6.000

waktu baca 2 menit
Senin, 13 Okt 2025 03:09 641 Admin KS

KONAWESATU.COM | Menjelang masa panen padi, petani di Desa Matahori, Kecamatan Padangguni, Kabupaten Konawe, mulai dibuat resah akibat turunnya harga gabah di pasaran. Dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan Rp6.500 per kilogram, kini harga gabah hanya berkisar di angka Rp6.200.

Salah seorang petani yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keluhannya saat ditemui di kediamannya.

“Terakhir kemarin cuma Rp6.200 per kilo. Sekarang kami pusing, soalnya pupuk dan racun juga serba mahal,ā€ ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat segera turun tangan melakukan pengawasan dan operasi pasar menjelang panen raya kali ini.

“Kami cuma minta harga gabah bisa stabil, biar petani tidak rugi. Jangan sampai biaya tanam besar, tapi hasilnya kecil,ā€ tambahnya.

Keresahan serupa juga dirasakan petani di Kecamatan Tongauna Utara, khususnya di wilayah SPA Lalonggowuna dan Waworoda. Mereka mengaku, praktik pembelian gabah di bawah HPP telah terjadi sejak awal Oktober.

ā€œHarga gabah turun sejak tanggal 5 Oktober dari 6.500 jadi 6.200, sekarang tinggal 6.000,ā€ ungkap seorang warga Tongauna Utara.

Turunnya harga gabah ini dikhawatirkan berdampak pada pendapatan petani yang sudah lebih dulu terbebani oleh kenaikan harga pupuk dan pestisida dalam beberapa bulan terakhir.

Warga berharap adanya langkah cepat dari pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi kesejahteraan petani di tengah fluktuasi pasar yang terjadi menjelang panen.

Laporan:RedaksiĀ

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA