Rapat Paripurna DPRD Konawe Molor, Banyak Kursi Kosong.

waktu baca 2 menit
Selasa, 20 Mei 2025 11:56 763 Admin KS

Konawesatu.com- Suasana ruang rapat paripurna DPRD Konawe, Selasa (20/5/2025), terasa tak seperti biasanya. Kursi-kursi empuk yang dulu diperebutkan mati-matian saat Pemilu Legislatif justru tampak kosong ditinggal penghuninya.

Rapat Paripurna Penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Konawe tahun anggaran sebelumnya itu, sejatinya dijadwalkan pukul 14.00 WITA. Namun hingga pukul 15.30, hanya 15 anggota dewan yang benar-benar hadir. Dua lainnya hanya tercatat di absensi namun tak tampak batang hidungnya

blank

Ironisnya, ada pula yang datang hanya untuk mengisi daftar hadir, lalu buru-buru pergi dengan alasan “ada urusan penting�.

Meski begitu, karena telah memenuhi kuorum secara administratif (15+2), rapat akhirnya dibuka oleh Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya. Tampak hadir pula Wakil Ketua I Nuryadin Tombili serta anggota dewan lainnya seperti Rustam, Abdul, Ginal Sambari, Wahyu Rahmadi, dan sejumlah nama lain. Dari eksekutif, hadir Sekda Konawe Ferdinand Sapan, serta perwakilan dari Polres dan Kejaksaan Negeri Konawe.

blank

Ketua Badan Kehormatan DPRD Konawe, Rustam, mengakui undangan rapat yang disampaikan memang terkesan mendadak.

“Undangannya baru masuk pagi tadi, sementara rapat dijadwalkan siang. Harusnya sehari sebelumnya sudah dikabarkan,â€� kata Rustam.

Soal banyaknya absensi tanpa keterangan, Rustam tak menampik rasa kecewanya. Menurutnya, beberapa anggota memang izin karena sakit atau urusan keluarga. Namun ada juga yang tidak memberikan konfirmasi sama sekali.

Terkait sanksi, Rustam menjelaskan bahwa anggota dewan yang tiga kali berturut-turut mangkir tanpa keterangan akan mendapat teguran. Jika sampai enam kali bolos, maka akan diberikan teguran tertulis yang juga ditembuskan ke partai politik masing-masing.

“Kalau sudah enam kali tanpa alasan, kami akan kirim surat teguran ke partainya,� tegasnya.

Rapat LKPJ sendiri menjadi bagian penting dari evaluasi kinerja pemerintah daerah. Sayangnya, minimnya kehadiran para wakil rakyat menimbulkan pertanyaan: seberapa serius mereka menjalankan amanah konstituennya?

Laporan:RedaksiÂ

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA