Padangguni memiliki kekuatan pada sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Namun, kekayaan daerah ini tidak berhenti pada sektor tersebut. Foto Camat Padangguni bersama kepala desa se-Kecamatan PadangguniKONAWESATU.COM | Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa istimewa di Kecamatan Padangguni, Kabupaten Konawe. Perayaan kemerdekaan yang dirangkaikan dengan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) itu sekaligus menjadi momentum memperingati HUT ke-12 Kecamatan Padangguni, yang berlangsung di Lapangan Desa Matahori, Senin (24/8/2026).
Dua momentum tersebut menyatu dalam satu perayaan yang diikuti masyarakat dari berbagai desa. Porseni menjadi ruang bagi pelajar dan masyarakat untuk berkompetisi sekaligus mempererat silaturahmi, sementara HUT ke-12 menjadi penanda perjalanan Kecamatan Padangguni yang dikenal dengan sebutan Kampung Durian.
Perayaan itu turut dihadiri dua tokoh penting, yakni Bupati Konawe Yusran Akbar dan Kapolres Konawe, AKBP Edy Raharjono . Kehadiran keduanya menambah semarak kegiatan sekaligus memperlihatkan kuatnya kebersamaan antara pemerintah daerah, aparat keamanan dan masyarakat dalam merayakan hari kemerdekaan.

Lapangan Desa Matahori hari itu bukan sekadar menjadi arena pertandingan. Tempat tersebut berubah menjadi ruang perjumpaan masyarakat dari berbagai desa. Sorak dukungan, pertandingan olahraga dan rangkaian kegiatan Porseni menghadirkan suasana yang semarak, tetapi tetap dalam bingkai kebersamaan.
Di balik kemeriahan peringatan HUT RI, terselip cerita tentang perjalanan Padangguni memasuki usia ke-12. Usia tersebut menjadi momentum untuk melihat kembali potensi yang dimiliki wilayah yang selama ini dikenal sebagai Kampung Durian.
Padangguni memiliki kekuatan pada sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Namun, kekayaan daerah ini tidak berhenti pada sektor tersebut. Bentang alam Padangguni juga menyimpan potensi wisata yang mulai menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal.

Di Desa Matahori terdapat Air Jatuh Andawe, sedangkan Desa Garuda memiliki Batu Lapis. Kedua destinasi tersebut menjadi bagian dari kekayaan alam Padangguni yang dapat terus dikembangkan sebagai tujuan wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Camat Padangguni, Dermawan, berharap momentum HUT ke-12 dapat menjadi penyemangat bagi seluruh masyarakat untuk membawa Padangguni semakin maju. Ia menilai potensi pertanian, pariwisata dan sumber daya manusia harus terus dikembangkan secara bersama-sama.
“Memasuki usia ke-12 ini, kami berharap Kecamatan Padangguni semakin maju. Potensi yang ada, baik pertanian, pariwisata maupun sumber daya masyarakat, harus terus dikembangkan,” ujar Dermawan.

Bagi Dermawan, pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kekompakan masyarakat, dukungan pemerintah desa, peran pemuda, tokoh masyarakat serta dunia pendidikan menjadi bagian penting dalam menjaga dan mengembangkan potensi Padangguni.
Karena itu, Porseni yang digelar dalam suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI memiliki makna lebih luas. Di balik kompetisi dan kemeriahan, ada semangat untuk memperkuat persaudaraan dan menjaga kekompakan masyarakat.
Peringatan HUT ke-81 RI akhirnya menjadi panggung bagi Padangguni untuk merayakan dua hal sekaligus: kemerdekaan Indonesia dan perjalanan 12 tahun daerah yang dikenal sebagai Kampung Durian.
Sebuah kado istimewa yang tidak hanya dirayakan dengan kemeriahan Porseni, tetapi juga dengan harapan agar Padangguni semakin maju, potensi daerahnya semakin dikenal, dan masyarakatnya tetap kompak menatap masa depan.
Laporan :Redaksi
Tidak ada komentar