Ancaman Luapan Kali Anggoro Hantui Petani di Tengah Prediksi Hujan BMKG

waktu baca 2 menit
Kamis, 7 Mei 2026 14:00 365 Admin KS

KONAWESATU.COM | Rilis prakiraan cuaca dari BMKG yang memprediksi hujan mendominasi hampir seluruh wilayah di Kecamatan Abuki kembali memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, khususnya para petani di Desa Anggoro.

Desa yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di wilayah tersebut kini dibayangi ancaman banjir akibat luapan Kali Anggoro. Setiap musim penghujan tiba, air sungai kerap meluap dan merendam pemukiman warga hingga areal persawahan milik petani.

Bagi masyarakat Anggoro, banjir bukan lagi sekadar ancaman musiman. Peristiwa itu telah berulang dalam beberapa tahun terakhir dengan dampak yang tidak sedikit. Genangan air bahkan disebut pernah mencapai paha orang dewasa dan menutup akses jalan desa.

Luapan air tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga menggenangi puluhan hektare lahan persawahan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Kondisi tersebut membuat petani terancam gagal tanam maupun gagal panen.

Kekhawatiran warga semakin bertambah karena hingga kini belum terlihat adanya langkah konkret dari pihak terkait untuk melakukan penanganan maupun pencegahan banjir secara menyeluruh.

Persoalan itu kembali mencuat dalam rapat persiapan Musim Tanam II yang digelar Kamis (7/05/2026). Dalam forum tersebut, lambatnya penanganan bantaran Kali Anggoro menjadi sorotan.

Ashar, pengamat pengairan Kecamatan Abuki, mengaku persoalan tersebut sebenarnya sudah pernah disampaikan setelah banjir sebelumnya terjadi pada tahun 2021 akibat luapan air kali Anggoro yang disebabkan intensitas hujan  Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut nyata.

“Saya pernah menyampaikan di grup bencana pasca banjir kemarin, tapi sampai saat ini belum ada tindakan,” ujarnya.

Harapan besar kini disampaikan masyarakat kepada pemerintah dan instansi terkait agar segera turun tangan sebelum musim hujan semakin intensif. Warga meminta perbaikan bantaran kali dilakukan secepatnya untuk mencegah kembali terjadinya luapan air yang merugikan petani.

Seorang petani di Desa Anggoro mengatakan masyarakat hanya ingin ada langkah nyata untuk melindungi lahan pertanian dan akses jalan desa yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas warga.

“Kami ingin instansi yang terkait agar turun dan segera memperbaiki untuk mengantisipasi terjadinya luapan air kali seperti tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Selain ancaman banjir, warga juga mengeluhkan kondisi jalan desa yang mudah berlumpur ketika hujan turun. Jika tidak segera diperbaiki, akses transportasi hasil pertanian dikhawatirkan akan terganggu dan memperburuk kondisi ekonomi masyarakat.

Di tengah harapan memasuki musim tanam kedua, warga Anggoro kini hanya bisa berharap hujan yang diprediksi turun dalam beberapa hari ke depan tidak kembali membawa bencana seperti tahun-tahun sebelumnya.

Laporan:Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA