
KONAWESATU.COM | Selain masih menjaga tradisi gotong royong yang hidup di tengah masyarakat, Desa Lalomerui di ujung utara Kabupaten Konawe juga menyimpan pesona alam yang memikat. Berada di lembah Routa dan dikelilingi jajaran Pegunungan Verbeek, desa ini menawarkan udara sejuk, kabut tipis di pagi hari, suara burung yang bersahutan, serta hamparan pegunungan hijau yang menenangkan.
Keindahan alam desa tersebut semakin lengkap dengan keberadaan Permandian Telaga Biru yang dikenal sebagai salah satu tujuan wisata alam warga. Airnya yang jernih kebiruan, segar, dan tetap bening meski hujan turun, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
Masyarakat setempat meyakini Telaga Biru memiliki nilai istimewa karena sumber airnya berasal dari kawasan pegunungan yang kaya mineral alami. Tidak sedikit warga maupun pendatang yang merasakan tubuh lebih segar dan pikiran lebih rileks usai mandi di lokasi itu.
“Tempat ini seperti surga tersembunyi di ujung Konawe. Keindahan alamnya benar-benar anugerah,” ujar Taksir Unggahi, Kepala Desa Lalomerui.
Selain menjadi potensi wisata, sumber air di desa ini juga dimanfaatkan untuk mendukung pertanian dan usaha perikanan masyarakat. Sejumlah kolam budidaya ikan mas dan nila kini memasuki masa panen, bahkan dinilai berpotensi dikembangkan menjadi lokasi wisata pemancingan.
Hamparan alam hijau yang masih terjaga menjadikan Lalomerui memiliki potensi besar sebagai kawasan pedesaan berbasis wisata alam dan pertanian. Kehidupan masyarakat yang masih menjunjung nilai kebersamaan juga menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun desa.
“Gotong royong masih tetap hidup di sini. Itu yang membuat hubungan antarwarga tetap erat,” kata Taksir Unggahi yang didampingi Sekretaris Desa Selianus Giawa.
Lalomerui menunjukkan bahwa tradisi kebersamaan dan kekayaan alam dapat berjalan beriringan. Desa ini menjadi gambaran tentang kehidupan pedesaan yang asri, tenang, dan penuh semangat persatuan di ujung Konawe.
Laporan:RedaksiÂ
Tidak ada komentar