
KONAWESATU.COM | Di Desa Wonuaoha, Kecamatqn Lambuya Kabupaten Konawe, geliat pembangunan desa kini mulai diarahkan ke arah baru dunia peternakan. Pemerintah desa bersama Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) tengah menyiapkan langkah strategis untuk memanfaatkan alokasi 20 persen Dana Desa yang diperuntukkan bagi program ketahanan pangan.
Kepala Desa Wonuaoha, Marwan, mengatakan bahwa keputusan untuk fokus ke sektor peternakan bukan tanpa alasan. Kondisi alam yang hijau dan ketersediaan pakan ternak yang melimpah di sekitar desa menjadi pertimbangan utama.
“Kami sudah rapatkan dan mulai bergerak dalam dunia peternakan. Hanya saja Bumdes masih menentukan jenis peternakan apa yang paling sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat,” ungkap Marwan dengan nada optimistis.
Bagi Marwan, pilihan ini adalah bentuk nyata dari upaya desa untuk membangun dari kekuatan lokal. Ia yakin, dengan memanfaatkan potensi alam yang ada, Wonuaoha bisa tumbuh menjadi desa mandiri dan tangguh di bidang pangan.
“Alam Wonuaoha sangat mendukung untuk pengembangan peternakan. Pakan ternak mudah didapat di sekitar sini, jadi biayanya pun bisa ditekan,” ujarnya menambahkan.
Kini, meski Bumdes masih dalam tahap penjajakan jenis peternakan yang paling tepat apakah ayam, kambing, sapi, atau kombinasi dari beberapa jenis ternak semangat masyarakat mulai tumbuh. Banyak warga yang berharap program ini tak hanya menambah pemasukan desa, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan taraf hidup mereka.
Di tengah perubahan zaman dan tantangan ekonomi yang terus berkembang, langkah Desa Wonuaoha bisa menjadi contoh bagaimana sebuah desa kecil mampu berpikir besar—membangun masa depan dengan menggali potensi yang ada di tanah sendiri.
Laporan :RedaksiÂ
Tidak ada komentar