Keripik Talas UMKM Momea: Camilan Gurih dari Pekarangan Desa

waktu baca 2 menit
Jumat, 7 Nov 2025 23:55 2046 Admin KS

KONAWESATU.COM | Siapa sangka, tumbuhan talas yang biasanya tumbuh liar di pekarangan rumah bisa disulap menjadi camilan gurih nan renyah. Inovasi kreatif ini datang dari tangan-tangan terampil pelaku UMKM Desa Momea, Kecamatan Tongauna, yang berhasil mengolah batang dan daun talas menjadi keripik lezat serta bergizi.

Ketua PKK Desa Momea, Lestari Ningsih, S.Pd, menuturkan bahwa proses pembuatan keripik talas tergolong sederhana namun membutuhkan ketelatenan.

blank

“Batang talas kami olah dan rendam dalam air, kemudian dilakukan proses penyaringan untuk mengurangi kadar air sebelum digoreng hingga kering. Hasilnya renyah dan gurih,” ujarnya sambil tersenyum.

Inovasi ini tidak hanya mengangkat potensi bahan lokal, tetapi juga menunjukkan pemanfaatan sumber daya alam yang melimpah di Desa Momea. Melalui pelatihan pemberdayaan PKK, masyarakat diajarkan cara mengolah bahan pangan lokal, sekaligus dibekali ilmu pengembangan usaha dan teknik pengemasan produk agar tampil menarik di pasaran.

blank

Selain beberapa jenis keripik, UMKM Momea juga mengembangkan produk sambal kemasan berbahan baku cumi-cumi dan ikan cakalang. Produk-produk ini menjadi bukti nyata bahwa desa memiliki potensi besar jika dikelola secara kreatif dan berkelanjutan.

Namun, Lestari tak menampik masih adanya tantangan dalam hal pemasaran produk. Saat ini, sebagian besar hasil olahan UMKM Momea baru dikenal di lingkungan sekitar dan sedikit yang telah dijual melalui media daring.

“Kami berharap dengan adanya Expo Inovasi Desa 2025, produk-produk dari Momea bisa dikenal lebih luas dan menembus pasar regional bahkan nasional,” harapnya.

Sebagai pembina PKK di tingkat desa, Lestari bersama Pemerintah Desa Momea terus memberikan dukungan bagi pelaku UMKM, terutama dalam edukasi pengembangan usaha.

Menurutnya, keberadaan UMKM bukan hanya memperkuat ekonomi desa, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan keluarga.

” Melalui Expo Inovasi Desa, kami ingin semua potensi, baik produk maupun hasil bumi Desa Momea, dikenal lebih luas dan membuka peluang kemitraan dengan pelaku usaha lainnya,” pungkasnya optimis.

Laporan:Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA