Ketua Komisi II DPRD Konawe Hadiri Malam Ramah Tamah KKN Tematik UHO Di Desa Matahori

waktu baca 3 menit
Minggu, 19 Okt 2025 02:00 1193 Admin KS

KONAWESAT.COM | Dibawah cahaya lampu lapangan yang temaram dan semilir angin malam Desa Matahori, suasana Sabtu malam (18/10) terasa berbeda. Lantunan musik ringan bercampur tawa warga menandai berakhirnya perjalanan sebulan penuh pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo (UHO).

Acara malam ramah tamah itu bukan sekadar penutupan kegiatan kompetisi Bola voli antar desa, Ia menjadi simbol kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat desa, antara dunia kampus dan kehidupan nyata. Bahkan, di tengah kesibukannya sebagai wakil rakyat, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Konawe, Eko Saputra Jaya, turut hadir membaur bersama masyarakat, menandai betapa pentingnya momen tersebut.

blank

“Saya merasa bangga karena adik-adik dari Fakultas Hukum UHO telah melaksanakan kegiatan yang luar biasa. Ini bukan sekadar KKN, tetapi wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Eko disambut tepuk tangan hangat warga dan mahasiswa.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN bukan hanya soal kegiatan seremonial. Ia melihat mereka sebagai pembawa energi positif yang mampu menyalakan semangat baru di tengah masyarakat. Terlebih, Eko sendiri adalah alumni Fakultas Hukum UHO sebuah kebanggaan tersendiri baginya untuk kembali menyapa generasi penerus di tempat yang penuh kenangan.

blank

“Dengan kehadiran adik-adik mahasiswa, banyak pengetahuan baru yang masyarakat dapatkan, khususnya dalam bidang hukum. Ilmu yang sebelumnya belum diketahui kini bisa disosialisasikan dan dipahami bersama,” tambahnya dengan senyum penuh rasa syukur.

Malam itu, lapangan olahraga Desa Matahori bukan sekadar tempat berlangsungnya acara penyerahan hadiah kompetisi bola voli antar desa. Ia menjelma menjadi ruang pertemuan gagasan dan harapan. Para kepala desa, tokoh masyarakat, hingga aparat kecamatan turut larut dalam kehangatan acara yang sederhana namun sarat makna.

blank

Dari atas panggung sederhana, Kepala Desa Matahori, Jumran, juga menyampaikan kebanggaannya. Ia menatap para mahasiswa dengan mata berbinar.

“Kami ingin Desa Matahori menjadi desa yang selalu didatangi anak-anak berpendidikan dari universitas di Sulawesi Tenggara. Kami percaya, kualitas dan kemajuan desa terletak pada sumber daya manusianya,” ucapnya mantap.

Jumran tak sekadar berterima kasih. Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut setiap tahun, sebagai jembatan antara dunia akademik dan masyarakat. Bagi dirinya, pendidikan adalah jalan panjang menuju perubahan nyata.

“Kualitas dan kemajuan suatu desa dapat dilihat dari sumber daya manusianya. Pendidikan adalah kunci masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Menjelang akhir acara, riuh tepuk tangan kembali pecah saat para pemenang lomba voli naik ke panggung. Tak ada yang kalah malam itu semua adalah pemenang dalam arti yang sesungguhnya.

Kepala Desa Jumran menutup acara dengan pesan sederhana namun berkesan

“Bagi yang menang saya ucapkan selamat, dan bagi yang belum juara jangan berkecil hati. Tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat persaudaraan, memperkuat rasa kekeluargaan, dan menjaga persatuan di tengah masyarakat.” Tutupnya.

Lampu-lampu mulai meredup. Mahasiswa KKN berfoto bersama warga, meninggalkan jejak kenangan di tanah Matahori. Di wajah mereka terpancar kepuasan: sebulan mengabdi bukan hanya tentang program kerja, tapi tentang cinta pada masyarakat dan pelajaran kehidupan yang tak ternilai.

Laporan:Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA