
KONAWESATU.COM | Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Konawe menggelar rapat kerja (Raker) perdana dalam rangka penyusunan program kerja tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe ini menjadi momentum penting dalam memperkuat arah kebijakan layanan PAUD di daerah tersebut.
Rapat kerja tersebut dihadiri Bunda PAUD Kabupaten Konawe, Hj. Hania, S.Pd,.M.Pd.,Gr, Kadis Dikbud Konawe, Dr. Suriadi, S.Pd., M.Pd., Kadis P3A Noor Jannah, Kabid PAUD Dikbud Konawe Siti Rostini, S.Sos., M.Ap., serta para Bunda PAUD Kecamatan se-Kabupaten Konawe.

Ketua Pokja Bunda PAUD Konawe, Siti Rostini,. S. Sos,. M.Ap, yang ditemui diruang kerjanya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyusun rencana kerja Pokja tahun 2026 sebelum melangkah ke perencanaan jangka menengah dan panjang.
“Yang kita susun kali ini fokus pada program kerja tahun 2026 (rencana kerja jangka pendek). Seperti diantaranya kita mengidentifikasi masalah serta sejauh mana keterlibatan stakeholder terkait.” Terangnya.

Menurutnya, program ini harus melibatkan berbagai instansi seperti Bappeda, Dinas P3A, Dinas Kesehatan, BKKBN, dan Dinas Sosial, yang masing-masing memiliki peran strategis dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Siti Rostini, yang juga menjabat sebagai Kabid PAUD Dikbud Konawe ini mengatakan salah satu fokus utama dalam Raker Pokja Bunda PAUD adalah penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas stakeholder, termasuk memperjelas peran dan fungsi setiap OPD yang terlibat dalam layanan Pengembangan Anak Usia Dini.

“Kami harapkan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat memprogramkan kegiatan yang mendukung pengembangan anak usia dini secara holistik integratif, sehingga pelaksanaannya nanti bisa sinkron, terkoordinasi, dan terintegrasi,” jelasnya.
Selain itu, Pokja Bunda PAUD juga bakal membahas strategi pendampingan anak PAUD di daerah terpencil dan wilayah pesisir, termasuk pemantauan pemenuhan gizi dan pola asuh anak melalui kerja sama dengan pemerintah desa dan Posyandu.
“Kita ingin masyarakat memahami pentingnya pendampingan anak usia dini, termasuk pemantauan gizi agar anak-anak kita tidak terdampak stunting,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa terbentuknya Pokja Bunda PAUD menjadi langkah penting dalam memperjelas peran Bunda PAUD di setiap kecamatan agar lebih fokus mendampingi satuan PAUD di wilayah masing-masing.
“Bunda PAUD kecamatan harus tahu berapa jumlah PAUD di wilayahnya, bagaimana pelaksanaan pemberian vitamin A, pemenuhan gizi, serta capaian pembelajaran anak-anak. Semua itu adalah bagian dari tugas kita bersama,” tegasnya.
Dengan program yang terarah dan kerja sama lintas sektor, Siti Rostini optimistis peran Pokja Bunda PAUD akan semakin kuat dalam mewujudkan generasi cerdas, ceria, bermartabat, dan berkarakter di Kabupaten Konawe.
“Harapan kami, semua pihak bersinergi untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan pendidikan dan layanan terbaik sejak usia dini. Dari PAUD-lah lahir generasi emas masa depan,” pungkasnya.
Laporan : Redaksi
Tidak ada komentar