Konawesatu.com- Bupati Konawe, Yusran Akbar, secara resmi membuka Rapat Kerja (Rakor) Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah yang digelar di Aula Wekoila pada Rabu, 22 April 2025. Rakor tahun ini mengusung tema “Membangun Desa, Menata Kota, Menuju Konawe Bersahaja untuk Indonesia Emas 2045.”

Wakil Bupati Konawe Syamsul Ibrahim
Acara ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Wakil Bupati H. Syamsul Ibrahim, Kapolres Konawe AKBP Noer Alam, Kajari Dr. Musafir Menca, dan Pabung 1417 Kendari Letkol Inf Azwar Dinata.
Dalam sambutannya, Bupati Yusran menegaskan pentingnya seluruh elemen pemerintahan di Kabupaten Konawe memahami dan mengimplementasikan Delapan Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto sebagai fondasi pembangunan nasional.
Salah satu poin yang menjadi sorotan adalah komitmen terhadap pembangunan desa sebagai strategi utama pemerataan ekonomi. “Pertumbuhan ekonomi di desa harus meningkat. Kita tidak ingin stagnan, apalagi minus. Pemerintah pusat sudah memberikan modal lewat Dana Desa (DD), mari kita kelola dengan baik,” tegas Yusran.

Ia juga menekankan bahwa kemajuan desa akan berdampak besar terhadap kesejahteraan masyarakat. Mulai dari peningkatan pendapatan, infrastruktur, akses pendidikan dan kesehatan, hingga mendorong partisipasi warga dalam pembangunan.
Lebih lanjut, Bupati menginstruksikan seluruh kepala desa untuk memperkuat sinergi dengan Dinas PMD agar pembangunan di tingkat desa sejalan dengan visi-misi pemerintahan YA-SYAM.
Tidak hanya dengan Dinas PMD, Bupati Yusran Akbar berharap Pemerintah Desa juga dapat membangun sinergi dengan beberapa instansi dalam menjalankan proses pembangunan dalam desa.

“Kepala desa yang punya program atau kendala, segera koordinasikan dengan instansi terkait. Jangan jalan sendiri-sendiri. Kita harus pastikan semua program tepat sasaran dan sesuai dengan juknis Dana Desa,” tambahnya.
Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Syamsul Ibrahim juga menggarisbawahi pentingnya koordinasi lintas pemerintahan agar tidak terjadi tumpang tindih program. “Kita harus tahu mana program dari pusat, provinsi, kabupaten, dan desa. Semua harus sinkron agar pembangunan berjalan maksimal,” tegas Syamsul.
Rakor ini diharapkan menjadi awal yang solid dalam membangun sinergi berkelanjutan antara desa dan kota di Konawe, sebagai bagian dari langkah strategis menuju visi besar Indonesia Emas 2045.
Laporan:Redaksi
Tidak ada komentar