Kadis Kesehatan Akui Kelalaian, Akankah Ada Sanksi bagi Puskesmas Tongauna?

waktu baca 2 menit
Rabu, 21 Okt 2026 23:55 81 Admin KS

KONAWESATU.COM | Insiden rujukan pasien yang terpaksa menggunakan mobil pikap dari Puskesmas Tongauna menuju Rumah Sakit Setia Bunda, Unaaha, akibat kunci ambulans yang tercecer, kini menyisakan pertanyaan mengenai pertanggungjawaban dan sanksi atas kelalaian tersebut.

Meski Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Konawe, Yones, SE MM, telah turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Tongauna pada Selasa (20/10/2026), tindak lanjut berupa sanksi terhadap pihak yang dinilai lalai masih dinanti.

Dalam sidak tersebut, persoalan kunci ambulans menjadi salah satu sorotan utama. Kepala Puskesmas (Kapus) Tongauna, Santi, SKM, M.Kes, mengakui bahwa kunci ambulans tercecer dan baru ditemukan pada Selasa siang.

Yones pun secara terbuka menyebut insiden tersebut sebagai bentuk kelalaian pihak puskesmas. Menurutnya, pelayanan kesehatan dalam situasi darurat seharusnya mengutamakan kesiapsiagaan, bukan justru terkendala persoalan mendasar seperti keberadaan kunci kendaraan operasional.

“Ini adalah kelalaian puskesmas, tidak peka dan sigap hanya karena salah satunya kunci mobil ambulans,” tegas Yones saat memberikan keterangan di Puskesmas Tongauna.

Pihak puskesmas sebelumnya berdalih bahwa penggunaan mobil pikap merupakan langkah cepat agar pasien segera mendapatkan penanganan di rumah sakit. Sementara itu, penggunaan mobil Avanza disebut tidak memungkinkan karena tabung oksigen tidak dapat dimuat secara memadai.

Namun, alasan tersebut tidak serta-merta menghapus persoalan utama yang menjadi perhatian publik, yakni kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi kondisi darurat. Keberadaan ambulans beserta kelengkapan operasionalnya semestinya menjadi bagian dari kesiapan dasar pelayanan, terlebih ketika menyangkut keselamatan pasien yang membutuhkan rujukan segera.

Yones mengaku telah menginstruksikan seluruh kepala puskesmas se-Kabupaten Konawe agar kejadian serupa tidak terulang. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan armada dan kecepatan pelayanan ketika menghadapi keadaan darurat.

Meski demikian, instruksi untuk meningkatkan pelayanan dinilai perlu diikuti dengan evaluasi dan tindak lanjut yang jelas. Publik kini menanti apakah kelalaian tersebut akan berujung pada teguran, pemeriksaan internal, atau bentuk sanksi administratif lainnya sesuai hasil evaluasi dan ketentuan yang berlaku.

Hingga informasi ini disusun, belum terdapat keterangan mengenai keputusan sanksi resmi terhadap pihak yang bertanggung jawab atas tercecernya kunci ambulans tersebut.

Kasus ini menjadi ujian bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe dalam memastikan bahwa evaluasi tidak berhenti pada sidak dan imbauan semata. Sebab, ketika pelayanan darurat terhambat akibat persoalan operasional yang mendasar, pertanggungjawaban menjadi bagian penting dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Kini, yang ditunggu bukan hanya evaluasi, melainkan juga kejelasan tindak lanjut atas kelalaian yang telah disorot oleh Kepala Dinas Kesehatan sendiri.

Laporan:Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA