Empat Dekade Berdiri, SMA Negeri 1 Unaaha Menanti Sentuhan Revitalisasi

waktu baca 2 menit
Jumat, 31 Okt 2025 05:17 1451 Admin KS

KONAWESATU.COM | Di tengah derap langkah pembangunan dan program revitalisasi sekolah yang digaungkan pemerintah, ada satu sekolah yang tetap berdiri kokoh dalam kesederhanaan, SMA Negeri 1 Unaaha. Sekolah legendaris yang telah melahirkan banyak generasi berprestasi di Kabupaten Konawe ini, ternyata tidak tersentuh program revitalisasi.

Bangunan tua dengan cat yang mulai pudar, pagar sekolah yang miring, dan halaman parkir yang sesak setiap pagi, menjadi pemandangan yang akrab bagi siapa pun yang melangkah ke halaman sekolah tersebut. Namun di balik tampilan sederhana itu, tersimpan semangat luar biasa dari para guru dan siswa yang tak pernah padam.

blank

Di ruang kerjanya yang sederhana, Ridawati, S.Pd., M.M., Kepala SMA Negeri 1 Unaaha, menyambut awak media dengan senyum hangat. Di balik senyumnya, tersirat keprihatinan yang dalam.

“Sejak sekolah ini berdiri, belum ada satu pun program revitalisasi yang menyentuh kami. Padahal kondisi beberapa fasilitas sudah sangat memprihatinkan, terutama gedung kantor sekolah. Kami juga sangat membutuhkan gedung aula untuk kegiatan siswa, karena selama ini semua acara besar harus dilaksanakan di ruang guru yang kapasitasnya terbatas,” tuturnya lirih, Jumat (31/10).

blank

Hampir empat dekade sudah sekolah ini berdiri. Kini, dengan jumlah siswa mencapai 1.119 orang, berbagai keterbatasan mulai terasa nyata. Area parkir yang sempit membuat sebagian siswa terpaksa memarkir kendaraan mereka di luar pagar sekolah. Sementara pagar yang nyaris roboh setiap hari menjadi kekhawatiran tersendiri bagi guru dan murid.

“Kami hanya bisa melakukan perbaikan ringan sebisanya, karena anggaran sangat terbatas,” ucap Ridawati, menatap jendela kantornya yang menghadap ke halaman sekolah.

Meski kondisi sarana prasarana jauh dari kata ideal, semangat belajar di SMA Negeri 1 Unaaha tetap hidup. Setiap pagi, suara tawa siswa dan sapaan hangat guru terdengar di sela-sela ruang kelas yang mungkin tak lagi muda, tapi penuh dedikasi dan cinta terhadap dunia pendidikan.

“Kami tetap optimis. Harapan kami, ke depan pemerintah provinsi dapat memberikan perhatian melalui program revitalisasi. Kami hanya ingin siswa kami belajar dengan nyaman dan aman,” tutupnya penuh harap.

Bagi warga sekolah, SMA Negeri 1 Unaaha bukan sekadar tempat belajar. Ia adalah rumah kedua tempat mereka menanam mimpi dan memupuk harapan, meski di tengah bangunan yang perlahan menua oleh waktu.

Laporan:RedaksiÂ

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA