Lestarikan Kearifan Lokal, PKK Tongauna Utara Gelar Lomba Kuliner Tradisional

waktu baca 2 menit
Sabtu, 30 Agu 2025 06:56 816 Admin KS

KONAWESATU.COM | Suasana penuh warna dan aroma menggoda menyelimuti halaman Kecamatan Tongauna Utara. Pagi itu, meja-meja dipenuhi beragam masakan tradisional dari berbagai daerah, lengkap dengan hiasan daun pisang, anyaman bambu, hingga piring-piring sederhana yang memberi sentuhan klasik dan unik.

Itulah suasana lomba kuliner tradisional yang digelar Tim Penggerak PKK Kecamatan Tongauna Utara dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia sekaligus HUT ke-10 Kecamatan Tongauna Utara di Balai serba guna Desa Puundombi, Sabtu 30 Agustus 2025.

blank

Tak hanya sekadar lomba, kegiatan ini menjadi ajang pertemuan budaya lewat cita rasa. Sebanyak 10 desa, PGRI Kecamatan Tongauna Utara, UPTD Puskesmas, serta SMPN Tongauna Utara ikut berpartisipasi, menampilkan kreasi masakan tradisional yang kaya rasa sekaligus sarat makna.

Mulai dari Sinonggi khas suku Tolaki yang menjadi kebanggaan daerah, masakan khas suku Bugis serta coto Jawa, semua hadir untuk memanjakan indera. Setiap masakan tak hanya dipandang sebagai hidangan, tetapi juga simbol kearifan lokal yang diwariskan lintas generasi melalui kreasi masakan.

blank

Ketua TP-PKK Kecamatan Tongauna Utara, Dwi Ruliana Ningsih, S.Pd, M.Pd., menegaskan bahwa standar penilaian bukan sekadar rasa.

“Selain memenuhi prinsip empat sehat lima sempurna, setiap peserta juga dituntut untuk mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal yang melekat pada setiap masakan,” ungkapnya.

Menariknya, lomba ini juga merupakan tindak lanjut dari kesuksesan Kecamatan Tongauna Utara yang sebelumnya berhasil meraih Juara 1 lomba masakan tradisional tingkat kabupaten.

Lebih dari sekadar kompetisi, lomba ini menjadi ruang ekspresi, silaturahmi, sekaligus wujud nyata kecintaan masyarakat terhadap kuliner tradisional. Harapannya, kekayaan rasa nusantara yang berakar dari desa-desa di Tongauna Utara dapat terus dilestarikan, diwariskan, dan tentu saja dinikmati lintas zaman.

Laporan:Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA