Tak Hanya Durian, Padangguni Mulai Bangkitkan Potensi Ikan dan Telur Lewat BUMDes

waktu baca 3 menit
Selasa, 22 Sep 2026 00:51 389 Admin KS

KONAWESATU.COM | Kecamatan Padangguni, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, perlahan mulai menunjukkan geliat baru dalam pengembangan ekonomi desa.

Di tengah julukannya sebagai “Kampung Durian”, sejumlah desa di wilayah tersebut mulai mengembangkan usaha melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Tidak hanya mengandalkan potensi perkebunan dan pariwisata, usaha pangan juga mulai dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dua di antaranya adalah BUMDes Materodeceng Desa Atodopi yang mengembangkan perikanan air tawar dan BUMDes Desa Sambaosu yang bergerak pada usaha ayam petelur.

blank

Meski pengelolaannya belum sepenuhnya maksimal, kedua BUMDes tersebut mulai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menyediakan kebutuhan pangan berupa ikan dan telur.

BUMDes Atodopi Kembangkan Perikanan Air Tawar

BUMDes Materodeceng Desa Atodopi mengembangkan usaha perikanan air tawar melalui dukungan penyertaan modal dari Pemerintah Desa Atodopi yang bersumber dari program ketahanan pangan (Ketapang) tahun 2025.

Usaha tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sumber pendapatan bagi BUMDes, tetapi juga mampu membantu masyarakat memperoleh ikan air tawar dengan lebih mudah.

blank

Saat ini, hasil perikanan yang dikelola BUMDes Materodeceng masih dipasarkan di lingkungan Desa Atodopi.

Ketua BUMDes Materodeceng, Sunarti, mengatakan pemasaran hasil usaha untuk sementara masih menyasar kebutuhan masyarakat di dalam desa.

“Untuk saat ini penjualan kita masih dilakukan di dalam desa, jika ada permintaan warga,” kata Sunarti.

Menurutnya, dalam pengembangan usaha tersebut, pengurus masih menghadapi sejumlah kendala, salah satunya kebutuhan pakan ikan.

Harga pakan yang relatif tinggi serta jarak tempat pembelian yang cukup jauh menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola dalam menjaga keberlangsungan usaha.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat pengurus untuk terus mengembangkan usaha perikanan air tawar agar ke depan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

BUMDes Desa Sambaosu Kembangkan Ayam Petelur

blank

Sementara itu, BUMDes Desa Sambaosu Kecamatan Padangguni  mengembangkan usaha ayam petelur.

Kepala Desa Sambaosu, Hendry. ST mengatakan usaha tersebut perlahan mulai menunjukkan perkembangan. Produksi telur yang dihasilkan saat ini sebagian besar masih dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan warga dan pelaku UMKM di desa.

Keberadaan usaha tersebut secara tidak langsung membantu masyarakat mendapatkan pasokan telur tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar desa.

blank

Bahkan, menurutnya, permintaan masyarakat terkadang cukup tinggi hingga pengelola BUMDes harus menghadapi keterbatasan stok.

“Pengurus terkadang kewalahan memenuhi permintaan warga karena terkadang kehabisan stok telur,” ujarnya.

Ke depan, pemerintah desa juga berencana memperluas pemanfaatan hasil usaha tersebut. Salah satunya dengan menyalurkan telur produksi BUMDes untuk mendukung kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Padangguni.

Namun, rencana tersebut masih menunggu operasional SPPG di Padangguni yang hingga kini belum berjalan.

Dari Desa untuk Memenuhi Kebutuhan Daerah

Perkembangan dua BUMDes tersebut menunjukkan bahwa potensi ekonomi desa di Padangguni tidak hanya bertumpu pada sektor perkebunan, khususnya durian, tetapi mulai merambah sektor pangan.

Usaha perikanan air tawar dan ayam petelur menjadi bagian dari upaya desa membangun sumber ekonomi yang sekaligus memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.

Jika terus dikembangkan dengan pengelolaan yang baik, kedua usaha tersebut berpeluang memperluas pasar dari tingkat desa hingga ke wilayah Kecamatan Padangguni dan Kabupaten Konawe.

Dengan begitu, Padangguni ke depan tidak hanya dikenal sebagai “Kampung Durian” dan daerah yang memiliki potensi wisata, tetapi juga dapat berkembang sebagai salah satu kawasan penghasil pangan yang mampu memenuhi sebagian kebutuhan masyarakat Konawe.

Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana BUMDes dapat menjadi penggerak ekonomi desa, memproduksi pangan, membuka peluang usaha, sekaligus mendekatkan sumber kebutuhan masyarakat kepada tempat tinggal mereka.

Laporan:Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA