
KONAWESATU.COM | Desa Waworaha, Kecamatan Lambuya, Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara terus menunjukkan geliat ekonomi melalui sektor pertanian dan perkebunan. Data monografi desa yang ditampilkan pada Expo Inovasi Desa menunjukkan beragam hasil pertanian dan produk UMKM yang menjadi unggulan wilayah ini.
Berdasarkan data terbaru, warga menggarap sejumlah komoditas utama, antara lain jagung seluas 100 hektar, timun 10 hektar, cabai rawit 10 hektar, cabai besar 2 hektar, dan terong 17 hektar.

Sektor perkebunan juga menjadi tumpuan utama masyarakat, dengan tanaman kakao mencapai 27 hektar dan kelapa sawit 60 hektar. Di bidang peternakan, masyarakat mengandalkan ayam kampung sebanyak 1.500 ekor, sapi 23 ekor, serta itik 120 ekor.
Belakangan ini, warga juga mulai mengembangkan buah semangka tanpa biji dengan bibit unggul Amara, yang memiliki nilai jual tinggi serta permintaan pasar yang stabil. Namun, upaya peningkatan produksi ini masih terkendala oleh kondisi alam dan infrastruktur yang belum memadai.

“Sayangnya, ancaman banjir masih menjadi momok bagi para pekebun. Selain itu, jalan menuju lahan pertanian sering kali sulit dilalui, terutama saat musim hujan,” ujar Sekretaris Desa Waworaha.
Ia menambahkan, kondisi jalan yang rusak saat hujan menyebabkan hasil panen sulit diangkut keluar desa. “Kalau musim hujan, jalan susah dilewati. Akibatnya, hasil panen sering dibeli murah oleh pengepul,” ungkapnya.
Masyarakat berharap perhatian lebih dari pemerintah daerah dalam bentuk perbaikan infrastruktur jalan dan pembangunan tanggul penahan banjir. Dengan begitu, hasil produksi pertanian dan perkebunan dapat meningkat, sehingga kesejahteraan petani Desa Waworaha ikut terdongkrak.
laporan:Redaksi
Tidak ada komentar