Bupati Konawe Yusran Akbar Membacakan Sambutan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) Di Harkopnas Ke 78 Tahun 2025KONAWESATU.COM – Pemerintah Kabupaten Konawe menggelar upacara peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78 di halaman Kantor Bupati Konawe, Senin (14/7/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Konawe, Yusran Akbar, dan dihadiri jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta para camat se-Kabupaten Konawe.
Dalam sambutannya, Bupati Konawe membacakan amanat Menteri Koperasi dan UKM RI, yang menyampaikan rasa syukur atas geliat positif koperasi di Indonesia. Disebutkan, pada tahun 2024 tercatat 131.617 koperasi aktif dengan jumlah anggota mencapai hampir 30 juta orang. Volume usaha koperasi juga menyumbang Rp 214 triliun terhadap PDB nasional, setara hampir 1 persen.

“Artinya, satu dari sepuluh warga Indonesia adalah bagian dari koperasi,” ujar Bupati membacakan sambutan.
Meski demikian, Indonesia dinilai masih tertinggal dibanding negara lain dalam hal pengembangan koperasi besar. Menteri Koperasi mencontohkan keberhasilan koperasi raksasa seperti Mondragon di Spanyol, Nonghyup di Korea Selatan, Zen-Noh di Jepang, hingga NTUC di Singapura.
Namun, pemerintah optimistis Indonesia akan menyusul, terutama dengan mengandalkan kekuatan ekonomi desa. Berdasarkan data BPS tahun 2024, terdapat lebih dari 84 ribu wilayah administrasi setingkat desa di seluruh Indonesia, dengan mayoritas penduduknya bergerak di sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan.

“Potensi desa sangat besar. Tapi baru bisa menjadi kekuatan ekonomi jika dikelola secara kolektif,” lanjutnya.
Untuk itu, Presiden RI mengeluarkan Instruksi Presiden dan Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2025 yang mendorong percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Hingga saat ini, telah terbentuk lebih dari 80.000 koperasi lewat Musyawarah Desa/Kelurahan Khusus, dengan prinsip partisipasi dari bawah.
Koperasi Merah Putih tidak hanya bergerak di bidang simpan pinjam, namun juga menyediakan berbagai layanan seperti Gerai Sembako, Gerai Klinik Desa, Gerai Apotik, Gudang Logistik, hingga layanan transportasi untuk hasil panen. Koperasi ini juga menggandeng berbagai mitra melalui pendekatan pentahelix, termasuk BUMDes, UMKM, akademisi, dan sektor swasta.

“Inilah cara kita mengefisienkan biaya ekonomi dan menjadikan koperasi sebagai pusat produksi dan distribusi di desa,” ungkapnya.
Koperasi Merah Putih dinilai mampu mengangkat taraf hidup masyarakat. Misalnya, petani kecil yang sebelumnya menjual hasil panen secara individu dengan harga rendah, kini bisa menyimpan hasilnya melalui koperasi dan menjual saat harga membaik, sehingga memperoleh pendapatan lebih tinggi dan lepas dari jeratan tengkulak.
Lebih lanjut, pemerintah menekankan pentingnya akuntabilitas dan tata kelola koperasi yang baik agar semakin dipercaya masyarakat.Koperasi harus agile yakni adaptif, inovatif, dan akuntabel. Jangan tertinggal oleh zaman,” tegasnya.
Diakhir sambutannya Bupati Konawe mengajak untuk menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian bangsa. Pemerintah pusat telah menerbitkan Inpres dan Keppres Nomor 9 Tahun 2025 untuk mempercepat pembentukan koperasi berbasis desa/kelurahan.
“Mari kita rayakan Hari Koperasi ini dengan semangat baru. Kita buktikan bahwa Indonesia bisa adil dan makmur bukan karena kekuatan segelintir orang, tapi karena kekuatan rakyat yang berkoperasi.” Tutup Bupati Yusran Akbar.
Dihari Harkopnas ke 78 ini juga Pemerintah Konawe memberikan penghargaan dalam dua kategori berbeda. Kategori pertama adalah untuk koperasi aktif dan berprestasi yang telah memenuhi berbagai kriteria ketat. Dua koperasi yang meraih penghargaan ini adalah Koperasi Pegawai Negeri Al-Amin Kantor Kementerian Agama Konawe dan Koperasi Serba Usaha Harapan Morome.
LAPORAN:REDAKSI
Tidak ada komentar