BGN Adakan Sosialisasi MBG di Konawe: Tantangan Geografis dan Peluang Ekonomi

waktu baca 3 menit
Selasa, 13 Mei 2025 10:42 1015 Admin KS

Konawesatu.com- Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di aula BKPSDM pada Selasa, 13 Mei 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Sulawesi Tenggara H Ahmad Syafei, Wakil Bupati Konawe Syamsul Ibrahim, Ketua DPRD Konawe Made Asmaya, Tenaga Ahli Gizi dan Promosi BGN Dedi Supardi, serta para kepala OPD, camat, lurah, kepala Puskesmas, dan kepala sekolah se-Kabupaten Konawe.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Konawe Syamsul Ibrahim menegaskan bahwa program pembenahan gizi adalah upaya penting untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Ia menekankan bahwa program MBG, yang diwajibkan oleh pemerintah pusat, bukan hanya tanggung jawab SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) semata, melainkan juga melibatkan banyak pihak, termasuk OPD, TNI, camat, dan kepala sekolah.

blank

“Ini bukan hanya tugas SPPG, tetapi tanggung jawab kita semua,” ujar Syamsul Ibrahim.

Wakil Bupati Konawe juga menggaris bawahi tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program MBG di Konawe, terutama terkait standar minimal jumlah siswa yang dilayani dapur umum. Menurut aturan pemerintah pusat, satu dapur umum harus melayani 2.500 hingga 3.500 siswa. Namun, jumlah siswa di beberapa kecamatan, misal kecamatan Latoma hanya memiliki sekitar 780 siswa, membuat standar ini sulit terpenuhi.

Selain itu, aksesibilitas wilayah yang sulit berpotensi menyebabkan makanan basi jika dikirim dari dapur utama. Oleh karena itu, Pemkab Konawe mengusulkan agar pembiayaan dan pelaksanaan program MBG meniru model di Papua, dengan mempertimbangkan keterjangkauan wilayah.

blank

Di sisi lain, Pemkab Konawe melihat program MBG sebagai peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Dinas Peternakan telah didorong untuk mempersiapkan pengembangan produksi ayam dan telur agar dapat memenuhi kebutuhan pangan program MBG

“Jika program MBG ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia, Konawe bisa mengalami kekurangan pasokan telur, mengingat ketergantungan pada daerah Sidrap. Oleh karena itu, persiapan dari awal sangat diperlukan,” kata Syamsul Ibrahim.

Sementara itu, anggota DPR RI Komisi IX dapil Sulawesi Tenggara, H Ahmad Syafei, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa untuk Kabupaten Konawe akan dibangun sebanyak 33 unit Dapur MBG. Ia juga mendorong mitra untuk lebih aktif dalam menyukseskan program ini.

blank

“Saya berharap dengan sosialisasi ini, para mitra lebih giat mendukung Program MBG. Program ini merupakan bagian dari upaya menyambut Indonesia Emas 2045 dengan menyiapkan generasi yang sehat dan cerdas,” kata Ahmad Syafei.

Mengatasi kendala geografis di beberapa kecamatan seperti Routa dan Latoma, pemerintah pusat akan mendirikan dapur satelit. Kewenangan pengelolaannya akan diberikan kepada pemerintah setempat, seperti kepala desa, dengan tetap berkoordinasi dengan dapur induk.”tutupnya.

Program Pemenuhan Gizi Gratis ini diharapkan mampu meningkatkan kesehatan siswa sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat lokal. Pemerintah Kabupaten Konawe berkomitmen untuk terus mencari solusi guna mengoptimalkan pelaksanaan program ini sesuai dengan kondisi wilayah.

Laporan:RedaksiĀ

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA