Kunci Ambulans Tak Ditemukan hingga Pukul 03.00 WITA, Rujukan Pasien Melahirkan di Tongauna Berujung Pakai Mobil Pikap

waktu baca 3 menit
Selasa, 20 Okt 2026 05:50 97 Admin KS

KONAWESATU.COM | Persoalan kunci ambulans yang tidak ditemukan menjadi sorotan dalam kasus rujukan pasien ibu hamil di Puskesmas (PKM) Tongauna, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). Kendala yang disebut berlangsung hingga pukul 03.00 WITA itu berujung pada penggunaan mobil pikap sebagai kendaraan rujukan pasien ke rumah sakit.

Kepala PKM Tongauna, Santi, S.KM, mengakui bahwa ambulans puskesmas tidak dapat digunakan karena kuncinya tidak ditemukan saat dibutuhkan. Pengakuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menghadapi kondisi darurat, terutama ketika pasien membutuhkan penanganan persalinan segera.

Berdasarkan penjelasan Santi, pasien tiba di PKM Tongauna pada Senin (19/10/2026). Tenaga kesehatan, khususnya bidan, disebut telah melakukan pendampingan selama proses persalinan berlangsung.

Pada pukul 19.00 WITA, pembukaan persalinan dilaporkan telah lengkap. Namun, bayi tak kunjung keluar, sementara kondisi air ketuban telah pecah dan keruh. Petugas kemudian memutuskan untuk merujuk pasien ke rumah sakit.

Di tengah kebutuhan rujukan tersebut, persoalan mendasar justru muncul pada kendaraan operasional puskesmas. Ambulans yang seharusnya menjadi sarana transportasi pasien tidak dapat segera digunakan lantaran kuncinya tidak ditemukan.

“Itu mobil kemarin habis dicuci. Petugas menyimpan kuncinya di atas lemari, tetapi sampai pukul 03.00 Wita kami cari tidak ditemukan,” ungkap Santi.

Pernyataan tersebut menjadi bagian penting dari kronologi kejadian. Sebab, ketika pasien membutuhkan rujukan, keberadaan ambulans bukan sekadar persoalan administrasi atau perlengkapan operasional, melainkan bagian dari kesiapan pelayanan yang berkaitan langsung dengan keselamatan pasien.

Tidak ditemukannya kunci ambulans hingga dini hari juga menyisakan pertanyaan mengenai sistem penyimpanan kunci, mekanisme serah terima kendaraan, serta pengawasan terhadap kesiapan sarana transportasi darurat di lingkungan puskesmas

Setelah ambulans tidak dapat digunakan, petugas berupaya mencari kendaraan alternatif dengan meminjam mobil milik warga. Kendaraan Toyota Avanza yang tersedia disebut memiliki keterbatasan untuk mengangkut pasien beserta tabung oksigen.

Dalam situasi tersebut, keluarga pasien akhirnya memutuskan menggunakan mobil pikap untuk membawa pasien menuju rumah sakit.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik: mengapa kendaraan operasional yang diperuntukkan bagi pelayanan kesehatan justru tidak dapat digunakan ketika dibutuhkan untuk merujuk pasien dalam kondisi persalinan yang memerlukan penanganan segera?

Meski Santi membantah adanya unsur penelantaran dan menegaskan dua bidan tetap mendampingi pasien hingga proses rujukan, persoalan tidak ditemukannya kunci ambulans tetap perlu mendapat penjelasan dan evaluasi secara terbuka.

Kesiapan layanan kesehatan tidak cukup hanya diukur dari keberadaan tenaga medis. Ketersediaan kendaraan rujukan yang siap digunakan, pengelolaan kunci kendaraan, serta koordinasi petugas juga merupakan aspek penting yang perlu dipastikan berjalan dengan baik.

Santi menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga pasien dan masyarakat Kecamatan Tongauna atas kejadian tersebut. Ia menyebut insiden itu terjadi akibat kendala komunikasi dan koordinasi petugas, termasuk persoalan penyimpanan kunci ambulans.

“Kami memohon maaf kepada keluarga pasien dan seluruh masyarakat Tongauna atas kejadian ini. Dua bidan kami masih melakukan pendampingan saat proses rujuk hingga akhirnya melahirkan. Ibu dan bayi pasien selamat,” ujarnya.

Selamatnya ibu dan bayi tentu menjadi kabar baik. Namun, kejadian ini tetap menjadi bahan evaluasi agar persoalan teknis seperti kunci ambulans tidak kembali menjadi kendala ketika masyarakat membutuhkan layanan rujukan darurat.

Hingga keterangan yang disampaikan tersebut, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan internal terhadap persoalan kunci ambulans maupun langkah konkret yang akan dilakukan pihak puskesmas untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Evaluasi menyeluruh diperlukan untuk menjawab persoalan mendasar dalam insiden ini: bagaimana memastikan ambulans selalu siap digunakan ketika keselamatan pasien bergantung pada kecepatan rujukan?

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA