
KONAWESATU.COM | Dari sudut stand pameran berhiaskan warna Pink keemasan aroma madu alami tercium menggoda. Itulah madu trigona, produk unggulan Desa Andalambe, Kecamatan Andlambe, yang berhasil mencuri perhatian pengunjung Expo Inovasi Desa 2025 di Kabupaten Konawe.
Madu trigona dihasilkan oleh lebah tanpa sengat jenis Trigona atau kelulut. Rasanya yang khas cenderung asam segar serta tekstur encer dan aroma alami membuatnya berbeda dari madu biasa. Kandungan propolis dan fitokimia tinggi menjadikan madu ini kaya antioksidan dan bermanfaat bagi daya tahan tubuh serta kesehatan pencernaan.

Budidaya lebah trigona di Desa Andlambe telah berjalan lama dan kini menjadi sumber penghasilan baru bagi warga. Dari hasil panen yang semula hanya untuk konsumsi keluarga, kini madu trigona telah merambah pasar lokal hingga luar desa.
Kepala Desa Nambeaboru, Siti Balqis, mengungkapkan bahwa madu trigona merupakan hasil produk UMKM yang terus berkembang pesat. “Produk madu trigona ini telah beredar luas di masyarakat Konawe. Pemerintah desa akan terus memberikan dukungan dan dorongan agar pelaku UMKM dapat semakin maju, terutama dalam meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, tidak hanya madu trigona saja yang dihadirkan, serbuk Propolis trigona serta berbagai hasil UMKM dan hasil bumi Desa Andalambe juga ditampilkan dalam Expo Inovasi Desa.
“Desa kami selain UMKM yang kreatif dan mandiri hasil bumi pun sangat melimpah, dengan Expo Inovasi ini desa dapat kami dapat mengenalkan produk UMKM pada madyarakat luas sebagai bukti pemerintah desa berperan dalam mendukung perekonomian warga ” Ujar Siti Balqis
Kehadiran produk-produk inovatif seperti madu trigona di Expo Inovasi Desa 2025 menjadi bukti nyata bahwa potensi lokal, jika dikembangkan dengan baik, mampu menjadi sumber ekonomi baru dan kebanggaan daerah
Laporan:Redaksi
Tidak ada komentar