
KONAWESATU.COM | Sebagai wilayah pesisir yang tidak memiliki lahan pertanian maupun perkebunan, Pemerintah Desa Bajoe, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, terus berupaya berinovasi dalam mengelola Dana Desa (DD).
Sesuai dengan kebijakan pemerintah yang mengamanatkan alokasi 20 persen DD untuk ketahanan pangan, Desa Bajoe kini menargetkan pengembangan usaha penyediaan bahan sembako bagi masyarakat.
Kepala Desa Bajoe, Abd Muis, menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai solusi untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi, meski wilayahnya tidak memiliki sektor pertanian maupun perkebunan.
“Kita akan bergerak di bidang penyediaan pangan agar kebutuhan masyarakat terpenuhi. Program ini akan dikelola langsung oleh BUMDes,” ujar Abd Muis, Senin (3/11)
Lebih lanjut, Abd Muis menuturkan bahwa BUMDes Bajoe nantinya akan menjalin kemitraan dengan jasa penyedia bahan pangan di wilayah Konawe. Kerja sama ini diharapkan mampu menjamin ketersediaan stok sembako secara berkelanjutan.
“BUMDes akan bermitra dengan penyedia bahan pangan di wilayah Konawe agar pasokan kebutuhan masyarakat tetap aman dan stabil,” tambahnya.
Saat ini, BUMDes Bajoe telah aktif di dua sektor usaha, yakni simpan pinjam dan penyediaan jasa penyeberangan menuju Pulau Bokori, salah satu destinasi wisata unggulan di Kecamatan Soropia.
Dengan langkah strategis ini, Pemerintah Desa Bajoe berharap dapat memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus mendukung program nasional di bidang pangan.
Laporan:RedaksiÂ
Tidak ada komentar